Malam itu malam minggu. Teman gw tiba-tiba telpon ngajak jalan bareng gebetan yang selama ini selalu gw puja-puji (lihat ke bawah untuk tahu siapa orangnya). FYI, gw lagi sakit, tapi demi DIA, gw bela-belain pergi ke tempat janjian.
Sumpah. Tuh gebetan gw banyak lagaknya. Dia cowok dan kita cewek, tapi dia nyuruh kita yang pergi ngelayanin dia kek Ratu paling cantik sedunia. Cowok kok belagak kek Ratu? Najis ngga tuh'? Gw tambah kesal lagi pas dia ngelihat kita seolah meremehkan, like we're nothing compare to his friends.
Begitu lihat dia, ingin hati pen nampar dia. Gw kecewa banget. Nggak pernah nyangka kalau dia sebrengsek itu. Gw beneran nangis kalo inget malam minggu kacau itu.
Gw kira cuman gw yang ngerasa sakit, tapi dua teman gw juga ngerasain hal yang sama. Hati mereka juga sakit.
"Udah, Nes. Kau tenang aja. Dia sms atau telpon sekalipun, tak akan kami angkat lagi. Kita nggak akan pernah mau berhubungan lagi sama dia, kecuali dia datang ngejar-ngejar kami dan minta maaf cium kaki kau, Nes."
Totally. Gw aja langsung hapus semua memori yang berhubungan ama dia. Sms, no hape dia, dan semua lagu yang mengingatkan gw pada dia. Deleted.
Gw bersumpah nggak akan jatuh cinta lagi.
Nggak akan mengutamakan perasaan ketika bertemu cowok lagi.
Nggak akan semudah itu menyukai cowok lagi.
No more love at first sight. No more love without reason. Gw capek jalaninnya. Gw capek ngerasain sakit hatinya.
Gw bener-bener terharu dengar semua teman gw mengangkat senjata menyerang si brengsek itu.
Sudahlah. It's just one of those worst nights in life. Yet another will come again, right?
Kehidupan seorang anak manusia yang tidak biasa dan penuh keganjilan dunia yang misterius.
Tampilkan postingan dengan label Dear Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dear Diary. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Maret 2011
Jumat, 04 Maret 2011
Kerjaan Gw Semalam
Kemarin setelah gw mendapat kabar buruk, beginilah kerjaan gw: (Yang follow twitter gw pasti ngerti kabar buruknya apa. MAKANYA FOLLOW TWITTER GW SEKARANG biar tauk!)
# Lemes. Bengong. Guling-gulingan di atas tempat tidur. Ngelihat atap kamar.
# Pergi ke dapur. Ambil minum, tapi nggak jadi. Bengong.
# Mikir lama, nelpon temen nggak yah? Nelpon nggak, nelpon nggak, nelpon nggak. Akhirnya, telpon.
# ngerengek-rengek di telpon bla bla bla, teman langsung ngomong, "Sms no hapenya, biar kuurus semuanya."
"Ah, tapi aku nggak mau kesannya gimana gituh. Dia pasti ngerti kalo aku langsung ngomong ke kamu."
"Halah banyak cincong kau, oncom!! CEPAT KIRIM NOMORNYA SEKARANG!!!"
# Tutup hape. Sms. Trus bengong lagi.
# Bengong. Bengong. Ngeluh di twitter. Minta dipeluk dt. Minta dipeluk cik el.
# dt balas twitter ane. Cik el komen di fb nya. Ane bengong lagi. Lagi. Bengong.
# buka yahoo messenger di hape. Ada hota. Langsung ane triak (teriak secara virtual)
"HOTAAAAAAAAAA!!!!!!"
"?"
"I LOVE YOUUUUUUUUU........"
and bla bla bla, gw curhat segala macem. Tiba-tiba dia bilang, "Siapa tahu jodoh elo itu gue."
"Nggak mungkin!!!"
"Ya udahlah kita berantem aja daripada dengerin elo nangis-nangis."
"You know I love you, don't you?"
Terus berantem bla bla bla. Then I said 'I love you' again. Dia bilang, "Lo nanti jatuh cinta beneran loh."
"Lemme like this, will ya? I need this."
Debat sebentar. Ane langsung tewas. Sign out dan tidur.
# Lemes. Bengong. Guling-gulingan di atas tempat tidur. Ngelihat atap kamar.
# Pergi ke dapur. Ambil minum, tapi nggak jadi. Bengong.
# Mikir lama, nelpon temen nggak yah? Nelpon nggak, nelpon nggak, nelpon nggak. Akhirnya, telpon.
# ngerengek-rengek di telpon bla bla bla, teman langsung ngomong, "Sms no hapenya, biar kuurus semuanya."
"Ah, tapi aku nggak mau kesannya gimana gituh. Dia pasti ngerti kalo aku langsung ngomong ke kamu."
"Halah banyak cincong kau, oncom!! CEPAT KIRIM NOMORNYA SEKARANG!!!"
# Tutup hape. Sms. Trus bengong lagi.
# Bengong. Bengong. Ngeluh di twitter. Minta dipeluk dt. Minta dipeluk cik el.
# dt balas twitter ane. Cik el komen di fb nya. Ane bengong lagi. Lagi. Bengong.
# buka yahoo messenger di hape. Ada hota. Langsung ane triak (teriak secara virtual)
"HOTAAAAAAAAAA!!!!!!"
"?"
"I LOVE YOUUUUUUUUU........"
and bla bla bla, gw curhat segala macem. Tiba-tiba dia bilang, "Siapa tahu jodoh elo itu gue."
"Nggak mungkin!!!"
"Ya udahlah kita berantem aja daripada dengerin elo nangis-nangis."
"You know I love you, don't you?"
Terus berantem bla bla bla. Then I said 'I love you' again. Dia bilang, "Lo nanti jatuh cinta beneran loh."
"Lemme like this, will ya? I need this."
Debat sebentar. Ane langsung tewas. Sign out dan tidur.
Kamis, 24 Februari 2011
Kamu, Saya dan Para Penjagal
Sedihnya, saya menunggu kamu.
Satu, dua, tiga korban diserahkan pada saya oleh para penjagal.
Tumbal untuk hati saya yang hancur, kata mereka.
Tapi, saya tetap tunggu kamu.
Berapa bulan sudah berlalu?
Sekarang semua orang mulai bertanya-tanya saya ini kenapa.
Otak saya bermasalah? Saya sakit?
Fisik ataukah mental?
Saya sering menangkap basah para penjagal mempertanyakannya.
Saya mau kamu. cuma maumaumaumau kamukamukamukamu. Lalu, datanglah tanda titik. Di pikiran saya.
Para penjagal tidak tahu kalau ada musim semi di sekitar saya sejak kamu datang.
Walau betapa dinginnya musim dingin atau teriknya mentari musim panas, saya selalu merasa tinggal di dalam musim semi yang sejuk. Itu karena kamu.
Ups, saya salah. Para penjagal bisa membaca pikiran saya dari dulu. Mereka sudah tahu.
Satu per satu dengan perlahan mereka mulai menggerogoti fantasi musim semi saya.
PLAK! PLAK! PLAK! Para penjagal menampari saya dengan kitab tebal bernama 'kenyataan'.
Kamu pun berubah menjadi musim gugur. Hanya masalah waktu kamu akan menjadi musim dingin yang menusuk sampai tulang.
Tapi, entah kenapa.....
Tiba-tiba kamu berubah menjadi musim semi lagi.
Para penjagal mulai berjaga-jaga. Menyingsikan lengan, menajamkan tombak dan berdiri di dekat saya.
Setidaknya saya tidak sendirian jika musim dingin datang lagi.
Terima kasih, para penjagal tumbal saya. ^__^
[Picture taken: http://fc01.deviantart.net/fs19/f/2007/275/3/4/executioners_will_by_jameswolf.jpg]
Labels:
Dear Diary,
Kata-kata tak terucapkan
Rabu, 23 Februari 2011
Dia....
Untuk dia yang menyembunyikan rasa rindunya,
Apakah selalu menyulam kata-kata singkat menjadi kalimat tak berarti?
Dengan senyum kaku yang hanya diperlihatkan pada saya, lidahnya kelu dan kemudian lama menutup bibir tipisnya sambil menatap ke arah lain.
Untuk dia yang tidak mau mengakui perasaan rindunya,
Apakah selalu membiarkan waktu berlalu begitu saja dan memaksa hatinya yang merindu untuk membeku?
Lantas hanya menunggu sebuah pemicu untuk melelehkan bukit es yang merambat di hatinya, kemudian baru menghubungi saya?
Untuk dia yang terlalu gengsi mengatakan rasa rindunya,
Sadarkah akan perannya sebagai adam yang seharusnya berlari mengejar hati hawa yang akan menjadi tulang rusuknya?
Apakah harus sang hawa membentang busur di padang rumput dan membawa binatang buruannya di hadapan sang adam dan baru dia mau mengakui rasa rindunya?
Nonsens.
Saya tersenyum, tentu saja.
Saya tahu permainan ini.
Ya sudah. Mari, kita bermain.
[Picture taken: http://fc09.deviantart.net/fs14/i/2007/112/3/d/I_and_Him_by_oDi_lyja.jpg]
Langganan:
Postingan (Atom)