Senin, 11 Januari 2010

My type of guy




Lihat cowok di atas? Seperti itulah cowok tipe kesukaan gw. Tubuh tinggi semampai, kulit terang, hidung lancip dan kalau bisa berambut pirang, mata biru laut, bibir tipis merah delima. Ah, gw pasti langsung kleper-kleper deh ngelihat makhluk beginian hehe.

Tapi anehnya, gw juga sering langsung ilfil sama makhluk dewa di atas, begitu gw menemukan 'cacat' ataupun setelah gw sudah sangat dekat dengan mereka. Bener-bener ilang filing cepet banget dan gw juga ngga ngerti kenapa begitu.

Lantas sekarang, gw jatuh hati dengan seseorang yang sama sekali tidak memenuhi kriteria di atas. Malahan, dia itu tipe orang yang paling gw hindarin. Cih, cinta itu emang aneh ya?

Pernah dulu gw buat wish list tentang pasangan hidup yang gw inginkan. Gw tulis pengen pasangan hidup yang mirip bokap. Ngga tahu ya apakah hal ini berlaku untuk semua anak perempuan? Tapi gw pernah dengar kalau anak perempuan biasanya selalu mencari sisi ayahnya di diri tiap pasangannya. Gw akui bokap gw adalah orang yang sangat mengagumkan. Kalau kata Mamiku, dia adalah jenis pria yang sangat sulit ditemukan di antara pria kebanyakan dan itulah kenapa nyokap mau menikah dengan papa yang ngga punya apa-apa.

Pertama, papaku selalu mempunyai tujuan yang jelas dalam hidupnya. Nanti dia mau melakukan apa, harus bagaimana, lalu akan melakukan apa lagi setelah tujuan pertama selesai, dan seterusnya. Dia selalu menyiapkan tujuan yang lebih tinggi. Dan hebatnya lagi, dia selalu fokus dan nggak menyerah dalam meraih tujuannya. Bayangkan bagaimana kejamnya dunia hukum, di mana yang salah malah menjadi benar dan menguasai kekuasaan, terutama di zaman Suharto. Yang gw banggain, papaku ngga pernah tergoda dengan pihak lawan dan bahkan rela berada di pihak minoritas yang dikucilkan. Ya, kalian tahu sendirilah bagaimana sengsaranya kalau sudah seperti itu.

Diasingkan di bagian yang kering, dan tidak dianggap siapapun. But, in the end, dia berhasil melewati semuanya itu dan lihat di mana dia sekarang. Semua orang aja heran melihat papaku yang sekarang. Mereka pikir papaku nggak bisa dan nyatanya dia berhasil. Ya memang sih yang namanya rintangan ngga pernah usai dan masih banyak orang yang berusaha melengserkan posisi bokap.

Kedua, my dad is a good man. Bukan hanya sekedar orang yang baik, but he is a gentleman, and a family man. Dia selalu utamain keluarga di atas semuanya. Dia juga pria yang baik karena dia tahu apa yang seharusnya pria lakukan dan apa yang tidak seharusnya pria lakukan. Ngerti kan maksudku? Salah satunya dia ngga pernah memakai kekerasan di dalam rumah. Paling cuma nyokap aja yang mukulin kita hahaha. Tapi bukan berarti dia itu pria yang terlalu lembek. Beuh, dia itu sabuk hitam ilmu silat. Kabarnya dulu waktu masih muda, dia biasa melakukan atraksi mecahin genteng, bahkan makan kaca beling hahaha.

Bokap ane emang kedengarannya keren banget, tapi yang namanya manusia, mereka juga punya kekurangan. Gw dulu sempat sampe dendam kesumat ama bokap gara-gara kekurangannya itu. Dia tidak menyiksa gw secara fisik, tapi dia melakukan kekerasan secara mental. Ah, kalian pasti ngga bisa bayangin seberapa besarnya rasa benci gw sama bokap. Tapi, itu dulu. Kepahitan gw di masa lampau udah ditangani oleh orang-orang profesional maupun yang tidak. Orang profesionalnya pun tidak tanggung-tanggung. Kami langsung menghadap yang terbaik di negara ini hahaha. Bayarannya bisa untuk bayar DP mobil baru, tapi tetap saja tidak membawa perubahan signifikan.

Ah, ngga penting ngomong yang ini.

Gw kan lagi ngomongin tentang cowok.

Langsung aja deh ke intinya. Kalian tahu kan' kalo gw lagi jatuh cinta sama seseorang? Well, tebak. Orang itu mirip banget sama bokap gw, terutama di hal kekurangannya hahaha. Aneh banget yah. Aturan gw benci sama dia, tapi kok malah suka? Yah, begitulah cinta.


Misterius.


Tidak bisa dijelaskan oleh akal manusia.






Read More....

Jumat, 08 Januari 2010

I WAS madly in love




Baru aja beberapa bulan ini, atau jangan-jangan cuma dalam 2 bulan (lol) gw jatuh cinta sama seseorang. Sahabat-sahabat gw tahu siapa orang itu dan ngga sedikit dari mereka bereaksi sama, yaitu SHOCKED.

Tanya kenapa?

Pertama, gw adalah orang paling tidak ber-EMOSI yang pernah mereka kenal, yang tidak memiliki sedikitpun perasaan ataupun mengenal kata L-O-V-E yang selalu gw remehin keberadaannya. Yep, gw akuin gw sering ngetawain curhatan teman-teman yang sedang jatuh cinta. Gw juga sering memaparkan bahwa betapa irasionalnya (baca: bodoh), tidak beradabnya kronologis pemikiran mereka ketika chemistry cinta menyerang mereka.

So, nggak heran salah satu sahabat gw langsung teriak, "Mampus, kualat lo!" setelah gw cerita mengenai seorang pria yang membuat gw mabuk kepayang persis kayak lagu Maia dan Mey-chan 'Ingat Kamu'

Aku Mau Makan Kuingat Kamu
Aku Mau Tidur Juga Kuingat Kamu
Aku Mau Pergi Kuingat Kamu
Ooo Cinta Mengapa Semua Serba Kamu

Aku Sedang Bingung Kuingat Kamu
Aku Sedang Sedih Juga Ingat Kamu
Aku Sedang Bosan Kuingat Kamu
Ooo Cinta Inikah Bila Ku Jatuh
Jatuh Cinta ...


Sumprit deh ini yang pertama kalinya gw pengen bilang ke seluruh dunia kalau gw sedang jatuh cinta dengan seseorang. Gw pengen bilang ke semua orang yang gw kenal bagaimana orang itu membuat gw serasa melayang ke langit ketujuh-belas. Gw pengen cerita setiap menit kebersamaan gw bersama orang itu, setiap detak jantung gw yang serba cepat waktu gw lihat dia tersenyum, apalagi waktu ngomong sama dia. Apa bukan BEGO namanya kalo nengok ke arah dia aja gw kagak mau karena saking groginya? WKWKWKWKWK...

Apakah ini karena GW-NYA YANG GILA atau Cinta itu EMANG GILA?

Whatever it is, gw sih bertekad hanya mau menikmati sensasi perasaannya. Gw berusaha bersikap normal sebisa gw. Tidak berlebihan dan biasa-biasa aja. Tapi kalo gw pikir-pikir, apakah tidak ngobrol, tidak mempedulikan dia, ataupun menanggapi semua perkataannya dengan cengiran bodoh tanpa ngomong sepatah kata itu termasuk normal ya? wkwkwkwkkw.

HUWAAAAAAAA.....gw juga ngga tahu kenapa bisa kek gituh huhuhuhu *jedukin kepala ke tembok*.

It was such a GREAT FEELING. Setidaknya bisa memberikan embun segar di tengah-tengah segunung masalah yang gw punya sekarang...until... I saw some unpleasant signs. Gw tahu mungkin gw sendiri penyebabnya, atau emang sedari awal memang sudah begitu adanya, entahlah.... yang jelas sudah begitu banyak tanda kalau dia tidak punya perasaan yang sama kek gw, bahkan lebih parah dari itu. More and more each day it's getting south, but still I don't wanna let go my feeling.

Gw sama sekali ngga mau ngelepas perasaan indah yang seumur-umur belum pernah gw rasain sampe gw bertindak se-irasional ini. Gw mikirin dia terus, gw bersikap konyol di depan dia, dan banyak keanehan-keanehan lainnya yang belum pernah terjadi di hidup gw malah terjadi di depan dia. Gw ngga mau orang lain lagi selain dia.

That was I thought.

But those unpleasant signs was keep coming and hitting me on my face. Gw pikir, wah-gw ngga bisa terus-terusan begini. Gw udah punya banyak luka yang belum sembuh dan haruskah gw menambah luka baru lagi? So, gw tarik nafas dalam-dalam sambil dengerin lagu Michael Buble - Haven't Met You Yet.

I Might Have To Wait
I'll Never Give Up
I Guess It's Half Timing
And The Other Half's Luck
Wherever You Are
Whenever It's Right
You Come Out Of Nowhere And Into My Life

I JUST HAVEN'T MET YOU YET....



Mungkin bukan dia orangnya. Mungkin orang lain yang belum gw temui. Mungkin ada orang lain yang jauh-jauh lebih baik dari dia.


They Say All's Fair
And In Love And War
But I Won't Need To Fight It
We'll Get It Right
And We'll Be United



Aaaah, bagian ini yang menyadarkan gw. If he's the one, I won't need to fight it. Everything will just go right and we'll be united. Gw sedari awal jatuh cinta sama orang itu sudah memasang satu prinsip kalau gw ngga akan mengejar dia. If he's the one, he'll be the one who chase me and confess his feeling first. And let it be a sign from God that he's the one.

Then, in deep sigh, I whisper to the air.....

'I let You go....'

And I feel so relieve somehow ... but honestly...something inside my heart keep saying that he's coming for me. I dunno.... But I feel better now, after I let him go.





Read More....

Senin, 04 Januari 2010

Pengumuman.

Pasti deh banyak yang bingung kenapa gw nyaris ngga pernah update blog ini lagi. Hehe, sebenarnya ini rahasia sih, tapi gw punya blog baru yang alamatnya dirahasiakan. Alamat blog akuyanganeh.blogspot.com ini sudah banyak diketahui oleh orang-orang dunia RW (Real World) gw. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang sotoy yang malah meremehkan tentang pandangan gw, kehidupan gw, opini gw tentang berbagai hal. Dan mereka pun berani-beraninya men-judge gw dan menganalisis kehidupan pribadi gw, psikologis gw dan akhirnya menyudutkan gw.


Males bangetz!!!!


Emangnya tahu apa mereka tentang kehidupan gw? FYI, blog ini cuma wadah emosi gw semata, dan maafkan gw kalo gw ngga merinci detail yang sebenarnya sangat penting untuk membuat mereka mengerti. Dan tolong deh, jangan pikir gw itu sudah menceritakan 100% utuh semua kisah yang ada di blog ini. Ada detail-detail yang sengaja ngga gw ceritain. Dan anda sekalian SUDAH PASTI tidak tahu bagaimana kejadian sesungguhnya tanpa berbagai macam detail yang lebih kejam, lebih kasar, dan lebih menyakitkan dari yang gw tulis, JADI SAYA MINTA ANDA SEKALIAN JANGAN SOK MENGHAKIMI SAYA BERDASARKAN YANG SAYA TULIS DI SINI.

Memangnya gw jenis orang apaan yang membeberkan kejelekan orang lain 100% di sini? Ya emang benar gw kadang menjelekkan orang lain, tapi tetap aja gw menggambarkannya secara kabur kan' di sini?

Dan memangnya anda sekalian punya hak apa untuk menghakimi saya? Memangnya anda tahu bagaimana rasanya menjalani kehidupan seperti saya? Ngga usah sok berfilosofi. Lebih baik perbaiki dahulu moral anda sendiri.

Berdasarkan semua hal di atas, gw buat blog rahasia yang alamatnya hanya diketahui oleh sahabat-sahabat gw yang paling baik, paling bijaksana, dan paling ngertiin gw. Awalnya sih gw buat blog baru tersebut untuk curhat segala emosi gw yang lagi jatuh cinta setengah mati sama seseorang hahahaha. Duh, akhirnya gw jatuh cintrong juga hihihi. Tapi, lama-lama gw jadi ketagihan karena begitu banyaknya kemudahan dari blog baru gw untuk berbagi banyak hal.

Tapi, jangan khawatir. Gw akan terus update blog ini kok. Tapi tentu ngga akan se-personal seperti kemarin lagi. Karena gw capek dihakimi dan 'diserang' lagi. Kalo tau gini, gw ga bakal bilang-bilang identitas gw dah.....


Read More....

Sabtu, 26 Desember 2009

Blue Christmas

Kayaknya hampir sama dengan natal sebelumnya, gw selalu stres berat di momen ini. Dan sekarang, stres gw makin menjadi-jadi sampai gw ga bisa konsentrasi pada hal yang gw lakukan dan terutama gw selalu emosi, berpikiran negatif...ufgh.

Di tanggal 24 Desember ada perayaan natal di gereja. Gw sebagai anggota Choir harus menyanyikan kira-kira 10 lagu lebih. Kita pun latihan sebulan penuh untuk menyiapkannya. And guess what? Selama latihan, suara gw ngga keluar dan sama sekali ngga bisa nyampe nada tinggi. Yang ada malah nada sumbang dan berkali-kali gw disindir dengan sangat kasar sekali oleh seseorang yang lebih baik ngga gw sebutin siapa.

Dan dari satu orang, jadi berbuah menjadi beberapa orang dan menjadi sebagian besar (mungkin). Ditambah gw buat masalah (menurut mereka), mereka pikir gw sering mangkal latihan karena gw males, but the truth is gw BENERAN SAKIT. Gw sakit diare berminggu-minggu emangnya kemauan gw ya? Dan lagi soal suara. Mereka ngga tahu betapa beratnya berkonsentrasi ketika kepala, jiwa dan batin dibombardir luka mental yang mendalam. Jujur, gw ngomong pun malas rasanya waktu itu.

Gw ngerti sekarang kenapa singer gereja tidak diperbolehkan naik mimbar ketika hatinya sedang bermasalah.

But they seem only see the bad side from the surface. Beberapa orang sering membicarakan gw karena mereka pikir gw pantas menerimanya (sekali lagi, mungkin). Gw dengar apa yang mereka bilang. Gw paham apa yang mereka bicarakan. Dan gw memang pernah salah soal ini sampai gw emosi. Ya Tuhan gw malu sekali, but still....they won't understand.

Gw akhirnya berubah menjadi anak autis.

Gw biarin aja semuanya.

Dan sebelum tanggal 24, I pray to God from my heart that I've been so desperate that I wanna end my life but have no power to do that coa I know how stupid it is. I told God that I'm tired of living and I don't wanna live in such a mockery.

Kaboom....gw bisa nyanyi lagi di tanggal 24, walau yeah--ngga sempurna banget tapi gw bisa nyampe nada tinggi dan yeah gw bisa nyanyi lagi.

And the guy who was standing behind me told his friend.

Si orang norak yang.......*elus dada*........mungkin gw banyak salah ya sama dia sampai dia sering mencemooh gw. Well, then. I should ask for apology. Sekaligus menegur bahwa sangat menyakitkan apa yang dia katakan tentang gw.

But, thanks to the Lord. I can sing again. Gw melayani untuk Dia dan sudah seharusnya gw memberikan yang terbaik buat Dia.

Merry Christmas, all people!


Read More....

Senin, 21 Desember 2009

He's Just Not That Into You




Ceritanya dimulai dari seorang wanita karier bernama Gigi yang desperately butuh cowok banget. Sumpah gw ngeri sekaligus benci cewek ini....awalnya....hehehe. Soalnya cewek ini bener-bener psycho. Suatu hari dia minta ke temannya, Janine untuk dikenalkan dengan cowok bujangan. Janine pun akhirnya nyuruh Connor untuk kencan buta dengan Gigi. Seharusnya, setelah kencan pertama, si cewek akan memberikan nomor teleponnya agar si cowok bisa menghubunginya untuk kencan berikutnya.

Dan di sinilah kenapa gw bilang cewek itu PSYCHO mengerikan.

Gigi berhari-hari menunggu telepon dari Connor sambil meyakinkan dirinya sendiri kalau si cowok itu terlalu suka padanya sampai tidak menghubunginya sama sekali. Dia buat skenario fantasi ala 'Gigi', menyusun poin-poin pembicaraan di kencan pertama hanya untuk menegaskan kalau Connor memang benar-benar suka padanya.

Jeh, gelo.

Karena sudah terlalu lama, Gigi tak sabar mencari Connor di sebuah bar, tempat nongkrongnya yang biasa. Gigi bahkan juga bilang pada bartender bar kalau Gigi 'menunggu' teman kencannya dan ia akan melenggang ke hubungan yang lebih serius. Si bartender penasaran dan bertanya siapa nama cowok itu. Gigi mention his name and bartender itu langsung ngerti gelagat Gigi, karena Connor itu adalah roommate si bartender.

Dengan baik-baik si bartender mencoba mencerahkan pikiran Gigi tentang sisi cowok yang sebenarnya. Kalau cowok itu akan menelepon cewek yang disukainya setelah kencan pertama, and technically would do anything to impress the girl he likes. Gigi pun akhirnya menerima kenyataan dan berhenti menguntit Connor. Tapi parahnya, ia masih membabi buta dan mencecar err...memaksa cowok-cowok untuk sungguh-sungguh menelponnya.

Setiap hari, setiap detik, Gigi pun hanya duduk menunggu telpon yang tak kunjung bunyi juga.

Di sisi lain, Connor (yang dikuntit Gigi tadi) tergila-gila pada Anna (Scarlett Johansson), instruktur yoga yang 'H.O.T'. Big breasts, blond and sexy. Cowok mana yang gak bertekuk lutut di depannya? Tapi Anna cuma tertarik untuk bersenang-senang dengan Connor. Istilahnya cuma untuk 'teman tidur' aja. Sampai suatu hari si Anna lumer setengah mati pada pria beristri bernama Ben. Dia pakai segala cara untuk menggoda Ben yang awalnya sangat berkomitmen pada istrinya dan akhirnya berhasil menjadi mistress. Anna ngga berani minta macam-macam pada Ben, apalagi memintanya untuk menceraikan istrinya. Tapi satu hal yang dia yakinin kalau Ben juga jatuh cinta setengah mati sama dia.

Dan ternyata oh ternyata....si Ben adalah suami Janine, teman baik si Gigi.

Janine ini orangnya sangat disiplin dan keras. Sekali dia membuat peraturan, maka semua orang harus mematuhinya. Seperti rokok misalnya. Dia akan jauuuh lebih marah kalau suaminya merokok ketimbang ketahuan selingkuh. Mengerikan sekali. Rokok lebih penting daripada kesetiaan. HAHAHAHA. ANEH.

Di samping itu, ada teman Gigi + Janine, bernama Beth (Jennifer Aniston). Umur dia kayaknya sudah setengah baya, umur yang seharusnya sudah dikaruniai 2 atau 3 anak, tapi dia menikah saja belum. Keluarganya punya kesan selah-olah Beth 'cacat' dan itu yang buat dia gerah dan memaksa pacarnya untuk menikahinya. Pacarnya menolak dan mereka pun putus.

Lalu, ada Drew Barrymore yang berperan sebagai Mary, teman Anna si HOT babe tadi. Dia wanita karier sibuk yang berusaha mencari pasangan lewat situs online.

Bagaimanakah kelanjutan cerita mereka semua?

Lebih baik ditonton sendiri aja. Endingnya bagus sekali dan gw puas sama cerita film ini, terutama di bagian Gigi dan Alex si Bartender.

Gw kasih nilai 8 dari 10 untuk film ini. Worth to watch dan kita bisa tahu bagaimana isi otak cewek-cewek. Untuk cowok yang bingung sama isi otaknya cewek, anda bisa pelajari dari sini.

Worth to watch.




Read More....

Jumat, 11 Desember 2009

Welcome to The World!!!



Yeiy, ini dia keponakan baruku, namanya Ivy Yolanda Wilhelmina. Haduh, namanya njelimet pisan. Biasalah anak pertama. Namanya rada norak hihihi. Ibunya adalah sepupu dari pihak mami yang mukanya mirip banget sama gw. Coba bayangkan. Kata orang, bayi itu mukanya juga mirip sama ibunya. So, kalo misalkan gw dan paketan ibu + anak itu pergi ke mal, nanti jangan-jangan malah gw yang dikira ibu si Ivy. Huweeeeee.

Ngomong-ngomong ada cerita lucu tentang kelahiranya si Ivy. Maklumlah karena ibunya emang terkenal rada lemot dan polos-polos bodoh begitu (Oh Tuhan. Semoga Ivy tidak seperti ibunya). Gw pas ke rumah mereka diceritain bagaimana proses sebuah kelahiran. Gw udah pernah denger sebelumnya kalau melahirkan itu rasanya kayak mau boker, tapi ngga keluar-keluar. Dan tebak, bagaimana teriakan si ibu ketika mau beranak.

Jangan mikir di bagian itu dulu.

Gw mau ceritain proses awalnya dulu. Jadi, begini. Ibu Ivy itu gw panggil Kak Ika. Gw kasihan, dia masih tetap kerja walau hari kelahiran sudah mendekat. Tapi gw salut dia ceritanya sambil ketawa-ketawa, jadinya gw malah ngakak kenceng pas denger, bukannya trenyuh. Tahu nggak, dia bilang setelah dia ngerasa air ketubannya pecah, dia malah semakin memacu untuk menyelesaikan pekerjaannya karena dia tahu akan cuti dua bulan lagi. WAKAKAKAKAKKA. Salut gw. Habis itu, dia baru ke rumah sakit sekitar jam 10-11 pagi, namun dokter belum ada di tempat.

Perut kak Ika lalu dipompa biar kotoran di ususnya keluar semua. Ngga mau dong kalau anaknya lahir beserta kotoran anus hihihi. Kakak ini udah mulai ngerasa mules-mules sedari siang.

Saat kesakitan, dia teriak :

”ADUH…ADUH....SUSTER!!! SAYA MAU BOKER...SAYA MAU BOKEEEEEEEER!!!! Heeeekk......Hekkkk....*lagi ngeden*”

Lalu si suster datang menenangkan kakakku:

”Sabar bu. Sabar. Jangan ngeden dulu. Anaknya ga boleh keluar dulu sebelum dokternya datang.”

Kalau versi abangku, kalimat si suster diubah menjadi, ”Stop bu. Stop. Anaknya dimasukin lagi, jangan dikeluarin dulu.” Gw ama abang pun sepakat kalau suster itu adalah mantan tukang parkir hahahahha.

Kejadian di atas katanya berlangsung sampai malam. Hingga akhirnya, si dokter datang jam 12 malam dan mengecek keadaan kakakku. Ternyata sudah bukaan akhir dan dia dibawa ke ruang persalinan. Ada kejadian yang lebih lucu lagi.

Dokter: Yak bu. Mulai Ngeden.
Kakak: Heeeeek.....Heeeeeeek.....

*setelah beberapa menit*

Dokter: Lagi bu. Ngeden. *mulai bingung karena ngga ada perubahan*
Kakak: Heeeeekkk....Heeeeekkk
Dokter: *ngelihat muka kakak* Wah pantesan. Ibu ngedennya jangan di leher. Kalo ngeden kayak mau ngeden boker biasa aja bu.


Haduh haduh perut gw sakeeeeeeet. Kakakku itu sedari siang udah teriak-teriak mau boker, tapi kok salah ngeden sih? Akibatnya pembuluh darah mata si bayi jadi pecah gara-gara salah ngeden. Nggak tahu deh gimana jadinya sekarang. Semoga nggak kenapa-kenapa.

Ada lagi sih kejadian lucu, but too private. Menyangkut gaya hidup dan masalah keluarga sih. Gw jadi ngga enak ngomongnya. Tapi kakakku emang buat salut. Dia tetap semangat dan ketawa-ketiwi, buat humor-humor aneh seperti biasanya.

Jujur deh. Denger cerita di atas buat gw ngeri buat melahirkan. Hiiiii...... Kira-kira nanti, gw dibolehin keluarga gw nggak yah untuk adopsi anak aja? Gw sendiri sih suka banget sama anak-anak. Lagian sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Begitu banyak anak-anak di dunia yang dibuang sia-sia oleh orangtuanya. Kenapa setiap orangtua lebih memilih untuk mempunyai anak sendiri daripada mengambil anak-anak malang itu? Semua anak-anak itu sempurna kok. Mereka semua pintar, baik, polos, lucu, imut. Yang membedakan mereka hanyalah, bagaimana orangtua mereka mendidiknya? Apakah mereka sengaja membuat si anak menjadi bodoh, kasar, dan tidak berperasaan?

Hey orangtua. Jangan sia-siakan anakmu.

Perhatikan anakmu selagi dia masih kecil. Nanti kalau mereka sudah besar, dia tidak akan membutuhkanmu lagi dan semuanya akan terlambat. *pengalaman pribadi hiks*





Read More....

Kamis, 10 Desember 2009

I'm Just a Human

Hahaha Gw berterimakasih banget sama teman-teman yang udah peduli dan kasih masukan yang inspiratif menguatkan. Gw sempat juga keliling ke beberapa teman dan reaksi mereka macam-macam juga. Ada yang semakin keras ama gw dengan men-judge kalau gw itu hanya ‘tukang ngeluh’, ‘orang yang banyak maunya’, ‘orang yang menjadi setan karena sedang melepaskan stres’. Ada juga orang-orang yang sangat berhati-hati ketika ngomong ama gw, padahal biasanya kalo gw ada salah, gw langsung dicerca atau minimal disindir. Tapi karena mereka tahu gw punya masalah, mereka malah terlalu sopan, soft banget sama gw.

Duh, terharu banget melihat perubahan yang se-drastis ini. Apalagi beberapa orang ada yang mengubah kebiasaan ‘menghina’, ngomong blak-blakkan, tidak memikirkan perasaan lawan bicaranya dan bla-bla…. Hanya demi gw doang (atau ini karena sering gw lawan ya?).

Gw pengen cerita, sebenarnya sehari setelah gw menulis tulisan DI BAWAH, gw dapat pengalaman aneh yang gw percaya bisa ada karena campur tangan Babe di atas. Jadi ceritanya, gw pagi-pagi bangun dengan mood yang baik sekali. Padahal hari sebelumnya mood gw jelek banget, kek pengen ninjuin muka orang hahaha. Oleh karena mood yang bagus, gw jadi sumpek ngeliat kamar gw yang berantakan (red: setiap hari kamar emg berantakan), terutama buku-buku gw yang jumlahnya banyak sekali berserakan di manapun. Gw ambil beberapa kardus untuk naroh semua buku yang udah membludak di lemari buku, kolong tidur, lantai dan meja belajar biar keliatan lebih rapih. Pas lagi nyortir buku, di antaranya ada buku-buku tulis misterius yang udah lama ngga gw liat rimbanya. Ada buku yang menuliskan sketsa ide gw soal novel, ada tentang tanggapan gw soal firman-firman alkitab yang gw baca, dan yang paling buat gw merasa disambar petir adalah buku tulis yang menuliskan isi hati ketika gw ngerasa down dulu.

Gw ngga mau menceritakan secara detail isi tulisannya (it’s too private), tapi kira-kira inti tulisan ini membuat gw merasa bahwa gw ini bukan sampah. Gw berasal dari turunan raja (Ya iyalah, gw kan satu gen dna ama Babe gw yang jadi Raja di surga), jadi udah sepatutnya gw ngerasa diri gw sebagai seorang putri raja yang cantik, keren, baik hati, suka menabung, penuh talenta, keren, cantik sedunia (loh? Kata ini udah ya?), yah kalian tauk kan kek gimana seorang putri raja?

Yang jadi masalahnya adalah: kalo gw ini seorang putri raja, kok gw malah punya mental kek babu yang kerjanya ngosek wc-nya raja? Seorang putri harus memiliki mental seorang putri, kalau tidak hak ’kebangsawanannya’ dicabut karena tidak layak mengemban tugas. Gw sendiri kaget, pemikiran kek gituh datang dari mana yah waktu gw lagi nulis tulisan itu? Tapi itu benar-benar tulisan gw, dan gw nggak habis pikir kenapa bisa lupa akan pemikiran itu.

Buku tulis itu pun gw tutup, dan gw kembali membereskan kamar dengan semangat hidup yang bertambah sekitar 25%.Gw langsung beralih ke laci meja dan di sana gw nemuin surat kecil. Masih ingat dengan acara camp yang gw jalanin dulu? KLIK DI SINI kalo mau tahu. Di camp, ada satu sesi di mana para panitia membagikan amplop dan kertas kosong, lalu kita disuruh mengambil undian yang di atasnya dituliskan nama seluruh anggota yang ikut acara itu. Masing-masing orang di sana diwajibkan menuliskan sesuatu, kesan dan pesan kita terhadap orang yang namanya diundi tadi. Surat itu tentu saja anonymous, tidak boleh ada nama penulisnya, jadi si penulis bisa menulis apapun sesuka hati.







Kira-kira begini surat yang gw dapat.

Ines....
Kamu nampak seperti orang yang pendiam saat pertama kali aku mengenalmu.
Tapi setelah aku mengenalmu lebih jauh
Dan aku memperhatikanmu, ternyata kamu adalah
seorang perempuan yang supel, penuh keyakinan dan penuh percaya diri.

Aku sungguh mengagumimu dengan pribadi yang penuh semangat dan penuh percaya diri.
Tingkatkan terus keintimanmu dengan Tuhan, kluarga dan teman-temanmu.
Tuhan akan selalu mendampingimu.

Tetap semangat dalam Tuhan.


Ketika gw baca pas di bagian ”..... ternyata kamu adalah seorang perempuan yang supel, penuh keyakinan dan penuh percaya diri.” Gw mikir, perempuan itu sekarang pergi ke mana ya? Gw sekarang diem-diem aja kalo berada di tengah keramaian. Biasanya gw suka heboh sendiri plus nari-nari balet gak karuan. Sekarang, gw cuman diam, melihat kondisi, berusaha tidak mencolok perhatian. Gw diingatin lagi di sini, gw itu adalah orang seperti di atas tadi. Seorang artis terkenal yang kerenbangetsekali mwakakakakak.

Sayang, sampai sekarang gw nggak tahu s iapa yang nulis surat di atas, walau gw mencurigai satu orang. Tapi tengs banget. Surat ini buat gw semangat lagi. Tengs, Aletheia Youth Camp. Gw kangen sama kalian semua.

Tambahan lagi:

Ada seseorang yang nyindir, sekaligus heran karena gw terlalu expose soal masalah gw (beberapa orang pasti ada yang memperhatikannya di fb hahaha). Emang sih dulu gw kalo punya masalah selalu diam-diam dan malah tertawa lepas makin menggila. Tapi mungkin, inilah perubahan gw. Mungkin gw tidak lagi memakai topeng seperti yang orang itu omongin (masih tersungging soal topeng), makanya gw bisa dibilang akan mengekspose diri gw sendiri ketika punya masalah. Buat gw sekarang, hal itu nggak masalah, asalkan itu menjadi titik tolak di mana gw bisa memperbaiki kualitas hidup gw. Kenapa nggak? Gw akan lepaskan topeng gw dan bahkan, gw juga akan mengakui sisi tergelap gw kepada umum. No big deal. It's for my own sake. Toh sebagai manusia, gw juga nggak akan bisa lepas dari sisi gelap. Percaya nggak percaya, gw juga memberinya nama (kedip-kedip sama orang yang tahu benar tentang ini). Secara psikologis, hal ini mungkin berakibat jelek, tapi gw mau menghadapinya sebagai lawan dan mengalahkannya dengan telak. I am a human and I will always live with my dark side.

Munafik kalo ada orang yang ngomong dia baik seratus persen dan tidak mempunyai sisi gelap.

And here I am, just a human. Just like you, just like everybody else.

We're only H.U.M.A.N.



Read More....

Senin, 07 Desember 2009

How to kill the pain?




In this situation, I'm practically hate everything. I hate everything I eat, breath, see, meet, and talking with (especially with people who always stab me from behind).

In this situation, I used to cut my arms in the past. Not for suicide, just to kill the pain inside my heart. Coz' if I don't let the pain out, I couldn't sleep, I couldn't eat, I couldn't do anything. And it feels worse than dying.

Then, I hate myself for living that way. I wish God to just kill me instead, so I can pain-free all the time. But, when I think about my life purpose, I'm starting to cry coz' I'm afraid to die before I completed my task on earth. And I hate myself more for thinking about dying.

and then it become worse as my thought affect my body.

I feel more pain and it's frustrating. I hate this situation. I already know the answer to get out from this but I'm too afraid if I wish too hard, it still won't change anything.

Just tell me how to kill the pain.

I used to know the other way to ease the pain, besides hurting myself. I write my dark side in a story, telling how much I love to do stuff a killer would do. But this time I didn't write like I did in the past. But people talking and they tried to show their....-I don't know what should I call it, a critic? or a cruel judgement? I dunno. But they didn't do it based on ethic code. They didn't admonish me directly. And don't blame me if I labeled their way as 'childish treat'.

I can go to other places, writing the same thing. They're so coward and not worth to think about. What so hard to talk in person?

They're older than me but they don't know hows the code.

What a shame.

PS: In normal situation, I try to understand and I won't mind what they did at all. But, I'm too fragile to just let this annoying thing go and hurting me again. I hate this kinda people.

In this situation, I hate everybody.








Read More....

 

Dunia Anak Aneh Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template