Gw selalu bertanya-tanya pertanyaan itu.
Kadang gw tanya ke otak gw yang suka korslet, dia bingung.
Gw tanya ke rumput yang bergoyang, dia cuman goyang-goyang ngga jelas.
Gw tanya ke kucing tetangga, tauknya dia cuman minta kawin ama kucing blok K.
Gw jadi stres mikirinnya.
Dia itu apa buat gw?
Karena, kalau gw bisa menemukan jawabannya, gw ngga bakal lagi galau segalau-galaunya seperti sekarang ini.
Andai kata dia itu teman untuk gw, maka setiap hari gw akan mengganggunya. Melemparkan joke-joke yang fresh, sedikit sarkasme, lalu akan terus dan terus mendukungnya seratus persen tanpa berharap palsu kalau dia akan bakal suka gw suatu hari nanti.
Andai kata dia nothing to me, maka gw akan acuh gak acuh sama dia. Mau dia cuekin gw kek. Mau dia benci gw kek. Gw ngga peduli. Dia mau mati pun atau ngejelek-jelekkin gw pun gw sebodo amat.
Andai kata dia musuh gw, gw akan melancarkan rencana balas dendam. Menyusun berbagai rencana jahat untuk memojokkan diri dia.
*sigh* Dan, andai kata dia cinta dalam hidup gw, gw akan sabar menunggu dia datang ke gw. Hanya sesekali bicara dengannya agar gw ngga terkesan 'gila'(krn dianggap fans fanatik). Terus gw akan selalu dan selalu membuat dirinya merasa dicintai. Gw juga harus terima dengan segala perlakuan jahatnya. Gw harus terbiasa merasa diabaikan dan tidak membicarakan perihalnya pada siapapun.
Sebenarnya, paling mudah buat gw bila dia nothing to me. Gw ngga akan ngerasa sakit hati lagi dan itu pun akan menjadi balas dendam yang manis untuknya. Karena dia paling tidak tahan jika diabaikan.
Tapi alih-alih yang selalu gw lakukan adalah menganggap dia sebagai cinta dalam hidup gw. Gw capek selalu ngerasa galau karena dia. Gw capek selalu dikacangin. Terlibat dengan dia itu artinya adalah harus tahan banting sama permainan psikologis dia. Dan itu sangat melelahkan. SANGAT.















sudah ditanyakan ke orang na langsung ?