Tampilkan postingan dengan label Cerita Kebaikan Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kebaikan Tuhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Desember 2009

I'm Just a Human

Hahaha Gw berterimakasih banget sama teman-teman yang udah peduli dan kasih masukan yang inspiratif menguatkan. Gw sempat juga keliling ke beberapa teman dan reaksi mereka macam-macam juga. Ada yang semakin keras ama gw dengan men-judge kalau gw itu hanya ‘tukang ngeluh’, ‘orang yang banyak maunya’, ‘orang yang menjadi setan karena sedang melepaskan stres’. Ada juga orang-orang yang sangat berhati-hati ketika ngomong ama gw, padahal biasanya kalo gw ada salah, gw langsung dicerca atau minimal disindir. Tapi karena mereka tahu gw punya masalah, mereka malah terlalu sopan, soft banget sama gw.

Duh, terharu banget melihat perubahan yang se-drastis ini. Apalagi beberapa orang ada yang mengubah kebiasaan ‘menghina’, ngomong blak-blakkan, tidak memikirkan perasaan lawan bicaranya dan bla-bla…. Hanya demi gw doang (atau ini karena sering gw lawan ya?).

Gw pengen cerita, sebenarnya sehari setelah gw menulis tulisan DI BAWAH, gw dapat pengalaman aneh yang gw percaya bisa ada karena campur tangan Babe di atas. Jadi ceritanya, gw pagi-pagi bangun dengan mood yang baik sekali. Padahal hari sebelumnya mood gw jelek banget, kek pengen ninjuin muka orang hahaha. Oleh karena mood yang bagus, gw jadi sumpek ngeliat kamar gw yang berantakan (red: setiap hari kamar emg berantakan), terutama buku-buku gw yang jumlahnya banyak sekali berserakan di manapun. Gw ambil beberapa kardus untuk naroh semua buku yang udah membludak di lemari buku, kolong tidur, lantai dan meja belajar biar keliatan lebih rapih. Pas lagi nyortir buku, di antaranya ada buku-buku tulis misterius yang udah lama ngga gw liat rimbanya. Ada buku yang menuliskan sketsa ide gw soal novel, ada tentang tanggapan gw soal firman-firman alkitab yang gw baca, dan yang paling buat gw merasa disambar petir adalah buku tulis yang menuliskan isi hati ketika gw ngerasa down dulu.

Gw ngga mau menceritakan secara detail isi tulisannya (it’s too private), tapi kira-kira inti tulisan ini membuat gw merasa bahwa gw ini bukan sampah. Gw berasal dari turunan raja (Ya iyalah, gw kan satu gen dna ama Babe gw yang jadi Raja di surga), jadi udah sepatutnya gw ngerasa diri gw sebagai seorang putri raja yang cantik, keren, baik hati, suka menabung, penuh talenta, keren, cantik sedunia (loh? Kata ini udah ya?), yah kalian tauk kan kek gimana seorang putri raja?

Yang jadi masalahnya adalah: kalo gw ini seorang putri raja, kok gw malah punya mental kek babu yang kerjanya ngosek wc-nya raja? Seorang putri harus memiliki mental seorang putri, kalau tidak hak ’kebangsawanannya’ dicabut karena tidak layak mengemban tugas. Gw sendiri kaget, pemikiran kek gituh datang dari mana yah waktu gw lagi nulis tulisan itu? Tapi itu benar-benar tulisan gw, dan gw nggak habis pikir kenapa bisa lupa akan pemikiran itu.

Buku tulis itu pun gw tutup, dan gw kembali membereskan kamar dengan semangat hidup yang bertambah sekitar 25%.Gw langsung beralih ke laci meja dan di sana gw nemuin surat kecil. Masih ingat dengan acara camp yang gw jalanin dulu? KLIK DI SINI kalo mau tahu. Di camp, ada satu sesi di mana para panitia membagikan amplop dan kertas kosong, lalu kita disuruh mengambil undian yang di atasnya dituliskan nama seluruh anggota yang ikut acara itu. Masing-masing orang di sana diwajibkan menuliskan sesuatu, kesan dan pesan kita terhadap orang yang namanya diundi tadi. Surat itu tentu saja anonymous, tidak boleh ada nama penulisnya, jadi si penulis bisa menulis apapun sesuka hati.







Kira-kira begini surat yang gw dapat.

Ines....
Kamu nampak seperti orang yang pendiam saat pertama kali aku mengenalmu.
Tapi setelah aku mengenalmu lebih jauh
Dan aku memperhatikanmu, ternyata kamu adalah
seorang perempuan yang supel, penuh keyakinan dan penuh percaya diri.

Aku sungguh mengagumimu dengan pribadi yang penuh semangat dan penuh percaya diri.
Tingkatkan terus keintimanmu dengan Tuhan, kluarga dan teman-temanmu.
Tuhan akan selalu mendampingimu.

Tetap semangat dalam Tuhan.


Ketika gw baca pas di bagian ”..... ternyata kamu adalah seorang perempuan yang supel, penuh keyakinan dan penuh percaya diri.” Gw mikir, perempuan itu sekarang pergi ke mana ya? Gw sekarang diem-diem aja kalo berada di tengah keramaian. Biasanya gw suka heboh sendiri plus nari-nari balet gak karuan. Sekarang, gw cuman diam, melihat kondisi, berusaha tidak mencolok perhatian. Gw diingatin lagi di sini, gw itu adalah orang seperti di atas tadi. Seorang artis terkenal yang kerenbangetsekali mwakakakakak.

Sayang, sampai sekarang gw nggak tahu s iapa yang nulis surat di atas, walau gw mencurigai satu orang. Tapi tengs banget. Surat ini buat gw semangat lagi. Tengs, Aletheia Youth Camp. Gw kangen sama kalian semua.

Tambahan lagi:

Ada seseorang yang nyindir, sekaligus heran karena gw terlalu expose soal masalah gw (beberapa orang pasti ada yang memperhatikannya di fb hahaha). Emang sih dulu gw kalo punya masalah selalu diam-diam dan malah tertawa lepas makin menggila. Tapi mungkin, inilah perubahan gw. Mungkin gw tidak lagi memakai topeng seperti yang orang itu omongin (masih tersungging soal topeng), makanya gw bisa dibilang akan mengekspose diri gw sendiri ketika punya masalah. Buat gw sekarang, hal itu nggak masalah, asalkan itu menjadi titik tolak di mana gw bisa memperbaiki kualitas hidup gw. Kenapa nggak? Gw akan lepaskan topeng gw dan bahkan, gw juga akan mengakui sisi tergelap gw kepada umum. No big deal. It's for my own sake. Toh sebagai manusia, gw juga nggak akan bisa lepas dari sisi gelap. Percaya nggak percaya, gw juga memberinya nama (kedip-kedip sama orang yang tahu benar tentang ini). Secara psikologis, hal ini mungkin berakibat jelek, tapi gw mau menghadapinya sebagai lawan dan mengalahkannya dengan telak. I am a human and I will always live with my dark side.

Munafik kalo ada orang yang ngomong dia baik seratus persen dan tidak mempunyai sisi gelap.

And here I am, just a human. Just like you, just like everybody else.

We're only H.U.M.A.N.



Selasa, 20 Oktober 2009

Terlalu Banyak

Terlalu banyak kebetulan.


Mungkin ini hanya hal sepele, yang membuat pembaca bersama-sama berteriak di telingaku, “HALAH. Itu kebetulan doang!” Hihihi.

Awalnya di hari minggu, di mana di hari itu menuntut gw berdiri selama kurang lebih 4 jam. Dan dengan high heels yang cukup tinggi dan ujungnya meruncing, sudah pasti gw sangat tersiksa. Fiuh, pengen beli sepatu baru tapi nggak punya duit huweeeeeeePhotobucket

Singkat kata, waktu itu si vertigo mulai beraksi. Pas istirahat, gw berkata dalam hati, ”Duh, coba yah ada obat sakit kepala.” Gw tanya-tanya sama semua teman, mereka nggak ada yang bawa, dan aye kepikiran soal toko makanan kecil-kecilan yang ada di depan. Siapa tahu mereka juga jual obat. Teman aye bilang untuk coba pergi ke sana.

Maka, aye dengan sepatu high heel yang sangat sakit itu pergi ke toko depan. Namanya juga toko makanan, seharusnya memang ngga ada obat hahaha. Tapi hebatnya, ada ibu-ibu yang lagi beliin snack untuk anaknya, tiba-tiba nyeletuk, ”Saya punya obat sakit kepala, mbak.” Ibu itu langsung pergi ke dalam untuk ngambilin obat dan nggak lama, ibu itu kasih dua biji obat sakit kepala yang dulu terkenal sama jinglenya, ’Sudah lupa ’tuh.”


Sayang, vertigo itu ngga mempan cuma pake obat. Harus istirahat banyak di tempat tidur kira-kira seharian full, bahkan sampai dua hari atau lebih. Gw izin pulang akhirnya dan dari yang harusnya berdiri 4 jam, jadi 2 jam saja.

Besok paginya, atau hari senin ini, gw pergi ke dokter. Kondisi gw pun masih nggak memungkinkan untuk keluar, apalagi sekedar beli pulsa. Ngga tahu kenapa, gw tuh selalu segan untuk minta tolong ke orang lain, padahal gw butuh pulsa banget. Pertama, untuk membatalkan semua janji sama semua teman. Kedua, untuk menyelesaikan masalah dengan seseorang yang harus segera diselesaikan atau nanti akan semakin membesar dan akan menimbulkan pertengkaran dua kubu berlainan seperti yang dulu pernah terjadi. Ketiga, sms papa yang harus segera dibalas atau ia akan ngambek. Papa nggak pernah marah kok’, tapi seringnya ngambek.

Ah, pokoknya sukacita deh pas temanku nawarin untuk beli pulsa, padahal ngga sepatah kata pun gw ucapin untuk minta tolong sama dia. Hihihi dia ngerti aja. Walau dia lidahnya setajam pisau daging dan ngelempar kata-kata yang nggak penting (keknya sih sekarang sudah mulai berkurang), but she always care for other people. Dan itulah kelebihan dia.

Trus pas tadi, setelah gw posting masalah gw sakit. Banyak komen dari teh panih, pak setiawan, dan err...siapa lagi ya?...Mereka bilang untuk makan buah. Pas baca itu, aye jadi ngiler dan lagi-lagi mikir dalam hati, ”Duh Tuhan. Coba yah ada buah. Apa harus beli ya? Tapi kan’ toko buah jauh banget.”

Tadi jam tujuh malam, gw pergi juga akhirnya ke pertemuan di Gedung Pelita. Yah, tempatnya dekat sih sama kos. Gw pikir nggak masalah. So, pas acara pertemuan dimulai, gw kaget dua orang di antaranya mengeluarkan buah mangga dan anggur dari tas.

Aaaaaah..... PhotobucketTuhan dengerin aja walau permintaan aye hanya sepele dan ngga penting.

Uh, terima kasih ya, God.

Kira-kira pas aye lagi butuh duit kek gini, Tuhan bakal kasih juga nggak yah’ kek cara-cara di atas?

Yep, kita tunggu saja kejutan selanjutnya hehehe. Photobucket

Rabu, 07 Oktober 2009

Sakit apa sih?

Banyak banget yang tanya begitu waktu gw minta doa pada mereka sewaktu gw mau menjalani pengobatan yang bernama lain ‘Penyiksaan Mental dan Fisik’ holistik. Gw rada susah waktu jawab pertanyaan itu, karena di keluarga gw sendiri, penyakit gw dianggap aib dan tiap hari di rumah, gw selalu diingatkan akan parahnya penyakit gw itu sampai-sampai gw sendiri muak mendengarnya. Gw ngga mau orang-orang yang tahu penyakit gw juga melakukan hal yang sama seperti orang-orang di rumah, selalu dan selalu mengingatkan gw betapa menyedihkannya hidup gw.

Dan pasti, gw ngga akan pernah mau menjawab pertanyaan itu.

Tapi sekarang—gw pikir, kenapa mesti gw anggap aib penyakit gw? Emang begitu kok keadaan gw yang sebenarnya, lantas apa yang mesti gw sembunyiin? Bahkan, suatu saat nanti penyakit gw ini akan dipakai menyebarkan kemuliaan Tuhan (which I believe, come sooner than I thought). And this is why I wanna tell you people about my disease. Penyakit yang selalu ditangisi nyokap gw setiap ia berbicara ama gw.

Semuanya berawal dari umur gw yang masih dalam hitungan bulan. Nyokap gw sering cerita, betapa tersiksanya dia merawat gw setelah gw lahir. Right away, she knew there was something wrong with me. Gw yang dulu masih bayi, bisa menangis berhari-hari tanpa tidur dan makan. Kakak kandung bokap alias tanteku, suatu hari bahkan mendapat firasat dari mimpi kalo gw akan meninggal nggak lama lagi. Setelah dapat mimpi itu, tante langsung lari ke jalan mencari bemo di jam 4 pagi untuk pergi ke rumah kontrakan yang dihuni bokap-nyokap dulu dan mereka semua berdoa buat gw.

Dari yang gw tangkap dari cerita tante, sepertinya gw ini anak yang dinanti-nantikan oleh seluruh keluarga, karena dalam beberapa tahun menikah, nyokap nggak juga hamil. Ditambah lagi kondisi rumah tangga nyokap-bokap kurang bagus. Mereka setiap hari berantem karena masalah....errr....(nggak etis ah bilang di sini). Status gw pun otomatis menyandang ’anak perekat pernikahan’ semata. Gw satu-satunya faktor pengikat pernikahan mereka pada saat itu. And if I died, maybe they both get divorced and my brother-sister will never born.

Di umur 5-6 tahun, ada sesuatu yang membuat nyokap terkejut setengah mati. Masih ingat cerita yang gw dikasarin pembantu dan akhirnya ketahuan orangtua sehabis gw kesiram air panas? Yang penasaran bisa di-klik di sini. Setelah kejadian naas itu, gw terus-terusan dimandiin sama orang. Kadang sama kakak sepupu yang dipanggil khusus dari Sumatera buat ngurus gw, and kadang sama nyokap sendiri. Saat itu, nyokap gw menemukan penganehan di badan gw. Umur gw masih kecil, tapi ada benjolan di dada gw dan itupun cuma sebelah doang. Nyokap pun tanya sana-sini untuk cari dokter ahli yang bener-bener ahli untuk memeriksa keadaan gw.

Beuh.

Kecurigaan nyokap gw terbukti secara medis.

I have breast tumour.


Mumpung masih jinak, dokter menyarankan untuk operasi. Gw nggak gituh ngerti sih waktu itu. Tapi buat gw kedengarannya asik banget buat masuk rumah sakit dan gw pikir keren bisa pake seragam pasien rumah sakit gituh. Photobucket

Gw pun kecewa nyokap malah menolak saran dokter dan membawa gw ke tempat yang mengenalkan ”Rasa Sakit Mental dan Fisik”, dia bawa gw ke tempat pengobatan alternatif. Gw tanya kenapa.....sambil memasang mata kek gini http://www.emocutez.com

Hasilnya, gw malah di-Photobucket

Hiks.....hiks..... habisnya sakit banget. Saraf di kaki dipukul-pukul dan termasuk benjolan di dada gw dibeset sampe biru keunguan. Tangisan gw udah ga didengar lagi sama orangtua dan orang yang ngurutin gw. Trus tiap hari disuruh minum jamu pahit bangeeeeeeet.....dua gelas sehari. Udah gitu banyak banget pantangan makanan. Ga boleh makan permen, coklat, chiki-chiki, mie apapun, nasi goreng tek-tek, bakso, es krim, pokoknya semua makanan yang dijual dan dikemas dalam bungkus plastik, karung goni atau apapunlah itu, yang dijual abang-abang di pinggir jalan nggak boleh dimakan sama sekali.

Gw anak kecil. Nggak boleh itu semua mah neraka kaleee. Terutama es krim dan coklat. Gw mesti nangis-nangis kesetanan dulu baru dibeliin. Tapi emang dasar azab perintah orangtua kali ya? Setiap gw makan makanan yang dilarang, perut gw langsung ngga enak dan seketika itu juga gw bisa langsung muntah di tempat.

Sebagai informasi, tempat pengobatan alternatif itu jauhnya minta ampun, di Tanjung Priok. Apalagi kalau ditambah sama jalur perjalanan pulang yang melewati Pondok indah-Ciputat. Jalur itu dulu hampir tiap hari langganan macet yang ngga bisa gerak sejengkal pun berjam-jam. Gila! Ini mah penyiksaan kuadrat. Mana lagi sakit, pulang pun nggak bisa langsung istirahat. Tapi yang capek bukan gw doang, orangtua gw yang antar-jemput tiap hari juga capek lahir-batin. Pengobatan gw pun harus direlakan tidak selesai tuntas seperti harapan, walau hasil pengobatan itu udah kelihatan banget.

But, that tumour still resides in me.

Beranjak ke smp, gw dibawa ke dokter lagi dan di-rontgen. Nggak tahu kenapa tulang punggung gw membengkok err……lupa berapa derajat. Tulang punggung sebelah kelihatan menonjol banget. Dokter bilang sih itu karena ‘habit’, walau gw membela diri kalau tulang punggung gw membengkok karena pernah jatuh dari pohon beberapa tahun silam (anak-anak manis. Saran nih, kalo manjat-manjat tinggi trus jatuh, langsung bilang papanya ya dan langsung di-rontgen supaya tidak ada komplikasi yang malah ngga bisa diobatin kalau sudah terlalu lama.)

Oleh dokter, gw Cuma disuruh untuk senam-senam sederhana, tapi sangat menyiksa buat orang yang punya kondisi seperti gw. Komplikasi tulang bengkok ini pun semakin parah karena gw sering sesak nafas dan jantung mengalami tekanan berat seolah-olah ada pisau menusuk langsung ke dada. Nyokap yang skeptis sama ilmu medikal, melarikan gw ke pengobatan alternatif lagi. Yep, lagi-lagi gw ‘disiksa’ secara tidak beperi-kemanusiaan Photobucket

Menurut ilmu pengobatan alternatif, tulang gw membengkok karena tumor yang dulu tumbuh di dada dahulu. Dan karena pengobatannya tidak tuntas, tumor itu malah terdorong ke belakang dan mempengaruhi tulang.

Lagi-lagi karena pengobatan alternatif membutuhkan kesabaran dan ketelatenan, kami tidak melanjutkan pengobatan ini. Jauh bok tempatnya. Wuih.

Kemudian beberapa tahun, penyakitku semakin parah. Ga tau deh, padahal aye selalu sembunyiin kalo lagi sakit, tapi nyokap selalu tahu aye sering sesak nafas dan sakit jantung. Hampir setiap hari pula kepala pusing sekali, sampe gw ngga bisa bedain lagi yang mana migrain, yang mana vertigo, yang jelas pusing sekali seolah-olah seluruh dunia berputar-putar di depan mata gw. Tapi gw tahu, gw harus tahan itu semua.

Nyokap bawa gw ke dokter lagi, tapi ini kenalan pribadi sih. Kita juga awalnya nggak tahu kalau ternyata dia seorang dokter ahli saraf yang mengenyam pendidikan seluruh gelar kedokteran di negeri kincir angin. Dia tidak seperti dokter-dokter lain yang memberi obat kimia, tapi dia kasih obat-obat alami yang malah merupakan bahan obat yang dipakai untuk membuat obat tertentu. Kayak misalnya obat untuk penyakit leukimia memakai bahan daun kina contohnya, tapi dicampur oleh bahan kimia. Nah, dokter ini hanya memberikan bahan obatnya saja, tapi tidak obat instan yang sudah dicampur bahan kimia.

Ngerti kan’?

Hehehe.

Dokter ini ternyata mengkonfirmasi teori ilmu pengobatan alternatif yang sebelumnya gw jalani. Penyebab penyakit gw bukan ’habit’ seperti yang dikemukakan oleh dokter medis, melainkan sel-sel kanker yang di dunia kedokteran luar negeri memiliki sebutan sendiri untuk kasus seperti gw. Di Indonesia, kasus seperti gw belum dikenal katanya. And my disease is a lot worse than what my mom and I thought.

Jenis penyakit gw kalau dirontgen nggak akan kelihatan, kecuali dioperasi, padahal sel kanker menggerogoti tiap ruas sendi tulang punggung gw dan merambat hingga ke sel saraf yang ada di kepala, dan itulah sebabnya gw sering migrain/vertigo. Dan itulah sebabnya gw rada telmi, dan itulah sebabnya gw pelupa. Dokter itu bilang tiap-tiap tahap yang akan dilewati orang berpenyakit seperti gw, and my mom told me how fragile she is when she knew I’ve already in a….’scary’ term.

Penyakit gw intinya nggak akan buat gw mati, tapi yang jelas dan yang sudah pasti, penyakit ini akan membuat gw jadi orang cacat.

That’s the fact that my mom don’t wanna bear.

Di sini, dokter kasih gw bahan-bahan obat yang biasanya diapakai ilmu kedokteran untuk merangsang sel saraf. Itu loh yang paling sering dipakai di obat-obatan saraf. Ginkgo ya kalo ga salah?

Warnanya merah kayak sirup marjan manis kalau direbus. Awalnya gw kira obatnya bakal manis kayak sirup, tapi sialaaaan warnanya MENIPU. YA TUHAN GUSTI, TUH OBAT LEBIH PAHIT DARI JAMU PAHIT YANG PERNAH GW MINUM. Kalo anda berpikir sudah mampu dan biasa meminum jamu pahit, cobalah rebusan air tanaman Ginkgo, dijamin pasti bakalan pengen muntah. Gw kan’ juga udah biasa minum jamu pahit soalnya, tapi gw ngga bisa tahan minum rebusan tanaman sialan itu.

Selama berobat, gw rutin juga cek darah dan cek semuanya sampe bosan lengan ditusuk-tusuk jarum suntik gede dan tes urin segala. Ah ribet, tapi memang sudah lumayanlah, walau tidak tuntas lagi sih berobatnya, karena dokter itu lagi punya masalah pribadi yang mengharuskan dirinya main kucing-kucingan sama birokrasi tikus pengerat di kursi panas. Maklum, dokter itu aktivis juga sih. Dulu aja nyaris dibunuh di zaman Soeharto.

Sekarang menemukan lagi satu tempat pengobatan alternatif yang juga…..’menyiksa’. Gw harus pulang melulu ke Jakarta sampai beberapa orang menganggap gw anak manja ngga tahu diri beberapa tahun belakangan. Padahal gw pulang karena disuruh nyokap yang selalu ngomel-ngomel karena sikap cuek gw sama penyakit sendiri.

Nyokap: Kamu tuh ya ngga sadar kalo penyakit kamu itu parah? Kamu pikir penyakitmu itu sepele? Kalau gitu, untuk apa kita capek-capek ngobatin kamu? Mending kau mati pun itu bagus. Ini kau mau jadi cacat, hah?


Ya gitulah omelan nyokap gw sehari-hari.

Tapi, tenang aja.

Keadaan gw udah lebih baik dari yang kemarin-kemarin kok.

Jauh lebih baik.
Gw sekarang bisa makan es krim dan coklat tanpa mual-mual ngga jelas. Kemarin sih sempat kek keluar dahak berdarah gituh. Tapi, percaya sajalah keadaan gw akan semakin baik. Hehehe.

That’s what I believe. http://www.emocutez.com


PS: Keadaan gw yang membaik juga berkat doa-doa semua orang dan gw mau mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk kalian yang mendoakan aye. Makasih ya, sekarang giliran aye yang mendoakan kalian hehehe.

Jumat, 25 September 2009

Lebih Baik Sebut Aku Pembohong

Yep, seperti yang kalian lihat di judul, gw lebih suka dibilang pembohong daripada cerita aneh yang nanti gw ceritain dibilang kenyataan. Tanya kenapa? Coz’ it’s too weird and frightening that I have such a thing in my life.

Untuk yang sering ngelihat gw mondar-mandir di yahoo messenger beberapa hari yang lalu, mungkin pernah ngelihat status gw yang bertuliskan, ‘Ternyata, ‘dia’ yang bermuka jelek-bla-bla-bla (lupa) terus-terusan berdiri di pinggir tembok’. Gw sih maunya nulis status itu senormal mungkin dan ngga dicurigain orang, tapi ada juga yang pinter dan penasaran tentang status gw.

“Nes, ‘dia’ yang lo maksud itu siapa?”

Gw jawab, “Ga tauk tuh’ gak kenal. Rese banget!”

“Emangnya ‘dia’ itu siapa?”

Nyah, dia ngarti aja. “Entahlah, ‘hantu’ mungkin….” http://www.emocutez.com

Begitu jawab gw.


Kalo melihat beberapa postingan blog di bawah, kalian pasti ngerti gw itu lagi ngalamin depresi berat sampe makan pun susah, tidur pun apalagi. Suatu ketika di malam hari, gw ngerasa ada seseorang di belakang gw, bahkan gw bisa ngelihat pantulan bayangannya di layar laptop. Tapi berhubung gw lagi stres berat, yang katanya suka punya imajinasi yang aneh-aneh, so gw bersama akal sehat gw sepakat kalo itu hanya perasaan gw aja. Dan saat gw tidur, gw mimpi supeeeeer W-E-I-R-D.

Di dalam mimpi, ada seorang cewek berambut amat berantakan dengan muka jelek, penuh totol-totolan gak jelas, memakai baju abu-abu kusam. Penampilannya kayak gembel dan menyeramkan. Cewek itu ngulurin tangan ke gw mo ngasih sesuatu entah apa (gw lupa. Keknya seh kain motif-motif gituh). Gw baru aja mo ambil barang itu, tapi ada seseorang berdiri di belakang gw, melotot penuh kemarahan sama cewek tadi. Orang di belakang gw itu adalah seorang pria yang….cakep (ehem!)—anehnya, gw ngerasa familiar, but still I don’t have a clue. Pria itu pun kemudian nunjuk ke arah lain, yang tak lain adalah Pak Jo (nyahahahaha!). Haish, jangan tanyakan dah siapa Pak Jo. Bilang aja dia salah satu orang yang ‘mengerikan’, tapi orangnya luar biasa baik, sabar, a good father, a good leader, and a wonderful man.

Trus, kenapa gw bilang beliau ‘seram’? Setahu gw beliau itu orangnya ga pernah marah, walau banyak masalah bejibun dan gw pernah dengar salah satu teman dekatnya malah—err…..dan dia juga punya karunia yang bisa—kinda ‘read people’s mind and heart’, tapi jelas berbeda dengan orang-orang yang sejenis. Yang pernah gw temuin di orang macam karunia beginian, they sometimes full of ‘rage’ when they feel something’s (totally) not right dan omongan mereka bisa sepedas sekarung tobacco, plus semua aib si orang yang kebaca pikirannya tersebut dibeberkan di depan umum.

Bayangin aja. Masa’ seorang cewek langsung ditegur sebagai ‘wanita nakal’, ataupun ‘pelaku aborsi’ di depan umum? Pernah juga abang gw kena. Dia disebut ‘penzinah’. Waktu itu gw anggap abang gw cowok baik nan teladan, walau gw tahu banyak cewek nggak tahu malu ‘throw theirself on him’—but then, turned out that my assumption based on fairy tales. In fact, there’s no cat in the world who would refuse such a delicious salmon.

Back to topic. Di mimpi, Pak Jo yang nggak pernah marah malah marah-marah sama gw di mimpi. Habis itu gw bangun dan gw ngelihat bayangan cewek ‘hantu’ tadi berdiri di pojok kamar. Gw langsung ngabur ke pojok berlawanan dan beberapa saat bengong, mikirin ‘kok bisa-bisanya ada hantu berani dekat gw?!’. Di kasus sebelumnya, ngga pernah ada yang berani dekat-dekat ama gw. Satu, menurut temen gw (yang juga temannya para penghuni dunia hantu), dia bilang ada roh leluhur yang jadi pengawal gw sejak dulu. Dua (yang ini kata gw seh), setelah gw aktif secara ‘spiritual religious—kinda thing’, ada dua bodyguard with two shining white robes yang lebih tangguh, lebih cakep, lebih tinggi perkasa sampe bodyguard sebelumnya tunggang langgang ketakutan. Then, it becomes clear.

I try to feel my two magnificent bodyguard.


And, I just realize that I can’t feel them no more.


I ask God, “Why?” Seolah pikiran merunut kejadian demi kejadian pada beberapa bulan terakhir, di mana gw ngeluh sama God, I blame Him for what He did to me, coz’ He’s been not fair to me. Anyone else can have an easy, cozy Life, and I have to crawl to step forward so I can live. I have thousand words to describe how it feels in my body, I have thousand trillion tears when I’m living in my own family and when I’m facing every rejection from people. That’s how I told God in the last few months, then I was completely stop talking with Him. Saat itu, di pojok kamar kos gw, my mind repeat the words I’ve read before, ‘like a potter making a vessel from clay, he can make anything into whatever he please for, and that is God with your life’ (Jer 18:4-6)

I could feel God’s words was coming to my head, seakan-akan Dia bilang, semua yang gw punya, di mana gw lahir, keluarga gw yang orang batak, jenis rambut gw, penyakit gw, apapun itu udah Dia rencanakan matang-matang karena itulah yang terbaik buat gw. Dan kata yang paling telak adalah ketika Dia katakan, “How dare you filthy human critic My works! Siapakah engkau manusia yang berani menghina pekerjaanKu?!” Oh—well, gw akhirnya berdoa dan merenung lama, lama….lalu, nangis lama…dari pagi sampai malam. Seharian di depan laptop membaca renungan di semua website.

Beberapa hari lewat, err…hampir seminggu mungkin, sampai datangnya hari ini. Tadi malam, eh bukan…gw tidur jam 3.30 pagi, brarti tadi subuh atau tadi pagi gw mimpi. Di sana gw lihat ada pria yang gak bisa gw ingat penampilannya, tapi di depan pria itu ada anak kecil bersayap melayang-layang penuh gembira di atas udara. Dan jangan samain kek gambaran umum cupid Photobucket Karena ini beneran kelihatan seperti anak kecil sungguhan yang sekitar 7-8 tahun, soalnya rada besar badannya. Anak itu pun dengan senangnya terbang bolak-balik di depan pria itu sambil bernyanyi, “Yesus akan datang…Yesus akan datang…persiapkan dirimu…..nantikanlah kedatangan Yesus….”

*beneran deh aye nangis nulisnya* http://www.emocutez.com


Sungguhan, gw lebih suka dibilang pembohong soal di atas. Dan tolong bilang itu sama gw sekarang….

Coz’ I do need that more than you think....


Jumat, 18 September 2009

Hal Kecil yang menjengkelkan

Setelah peristiwa 11 September, sebuah perusahaan mengundang karyawan dari perusahaan lain yang selamat, sedangkan sebagian besar meninggal saat terjadinya serangan atas WTC - untuk menceritakan pengalamannya.

Pada pertemuan pagi itu, pimpinan keamanan menceritakan kisah bagaimana mereka bisa selamat. Dan semua kisah itu adalah hanyalah mengenai : HAL-HAL YANG KECIL.

Kepala kemanan perusahaan selamat pada hari itu karena mengantar anaknya hari pertama masuk TK.

Karyawan yang lain masih hidup karena hari itu adalah gilirannya membawa kue untuk murid di kelas anaknya.

Seorang wanita terlambat datang karena alarm jamnya tidak berbunyi tepat waktu.

Seorang karyawan terlambat karena terjebak di NJ Turnpike saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Seorang karyawan ketinggalan bus.

Seorang karyawan menumpahkan makanan di bajunya sehingga perlu waktu untuk berganti pakaian.

Seorang karyawan mobilnya tidak bisa dihidupkan.

Seorang karyawan masuk ke dalam rumah kembali untuk menerima telpon yang berdering.

Seorang karyawan mempunyai anak yang bermalas-malasan sehingga tidak bisa siap tepat waktu untuk berangkat bersama-sama.

Seorang karyawan tidak memperoleh taxi.

Sedangkan satu hal yang menahan saya sendiri adalah : sebuah sepatu baru. Saya memakai sepatu baru pagi itu, dan berangkat kerja dengan bersemangat. Tetapi sebelum sampai di kantor (WTC), sepatu itu menyebabkan luka di tumit. Saya berhenti di sebuah toko obat untuk membeli plester. Inilah yang menyebabkan saya bisa tetap hidup sampai hari ini.

Sekarang, jika saya terjebak dalam kemacetan lalu lintas, ketinggalan lift, harus masuk ke rumah lagi untuk menjawab telpon ... dan semua HAL KECIL yang mengganggu - sekarang ini saya sangat memahami, bahwa Tuhan benar-benar menginginkan saya berada di sini untuk saat ini

Suatu pagi jika saudara merasa semuanya terlihat sangat kacau, anak-anak lambat berpakaian, saudara tidak bisa menemukan kunci mobil, selalu sampai di perempatan saat lampu merah menyala; jangan terburu-buru marah atau frustrasi, karena TUHAN sedang bekerja untuk menjaga kehidupan anda!

Kiranya Tuhan selalu memberkati saudara dengan semua hal-hal kecil yang tampaknya mengganggu dan semoga saudara mengingat akan maksud dari semua peristiwa kecil itu terjadi.


(taken from http://renungan-harian-kita.blogspot.com)