Sabtu, 21 Agustus 2010

Cuman kabar-kabur

Yeah sori gw udah lama nggak nongol tanpa ngomong-ngomong dulu. Gw minta maaf ngga bisa blogwalking ke tempat kawan-kawan. Biasalah, alasannya gw harus pulang kampung dan tentunya menengok tempat hunian baru di kota kembang. Otomatis gw nggak sempat update blog. Paling cuman update status facebook dan twitter.

Yang seru dari perjalanan kali ini pun nggak spesial-spesial banget, walau harus gw akui kalau rumah baru kita di kota kembang luar biasa bagusnya hehe (maklumlah rumah baru). Dilengkapi dengan sofa ruang televisi yang super nyaman (pas buangeet di pantat), udara sejuk non air conditioning alias AC alam dan fasilitas perbelanjaan super komplit yang letaknya dekat banget (cuman modal jalan kaki). Kayaknya sih bakalan lebih milih pulang kampung ke kota kembang aja ketimbang ibukota yang super ruwet.

Tapi, gw sangat tidak tahan ama keadaan jalan kota kembang. Mau ke mana aja pasti ketemu macet mulu sampai bosan bok ketemu dia. Emangnya kita apaan sampai diikutin mulu ama dia? Cih! Kalau udah ngomongin ini, ibukota yang katanya Pusat Macet Se-Tanah Air bisa dibilang masih mendingan dibanding kota kembang. Soalnya belok dikit pasti ketemu macet. Menurut kita sih, penyebabnya karena jalanannya yang kurang cerewet kek ibukota yang semobil harus tiga oranglah atau jalan by-pass sebagai pengganti junction dan banyak kecerewetan lainnya yang patut ditiru oleh kota kembang.

Selanjutnya, banyak juga cerita-cerita baru serta kejadian lainnya selama gw pulang kampung. Bokap sempat DBD yang untungnya bisa dideteksi sedini mungkin sehingga keadaannya bisa diatasi. Mobil keluarga kita yang baru dibeli tahun lalu, Innova berwarna hitam secara fisik sudah kayak berumur puluhan tahun. Kaca spion bolong-bolong (nggak ngerti dah kenapa bisa bolong. Kek abis pulang dari medan perang), sisi luar mobil yang kebaret-baret dengan aneka goresan panjang, pendek, tebal dan tipis, dan isinya yang penuh dengan buku-buku, dokumen entah-apa dan terutama debu. Itu semua gara-gara sopir Bokap yang dodollipetsuperkuadrat. Ih, dia parah banget sampe gw males ngomongin dia. Itu mobil emangnya mobil kakeknya ampe dibuat hancur begitu? Bokap nyokap gw baik banget mau pertahanin dia. Kalo gw mah jangan harap dah bisa sebaik itu.

Untuk sementara sampai sini aja dulu ah.

Ciao.

5 komentar:

Tuliskan kesan dan pesan anda. I only receive spam from friends only, please. Thank you.