Selasa, 21 Juni 2011

Glee and Remaja Amrik Normal

Ane baru ngobrol-ngobrol ama anak remaja Amrik. Ngga tahu kenapa tiba-tiba mbak-mbak dari Malaysia tanya sama remaja Amrik itu. Kalo di-indo-in kira-kira gini,"Kehidupan SMA di sana beneran kayak Glee ngga sih?"

Semuanya protes. Ada yang bilang:

"Glee malu-maluin gw aja sebagai anak remaja Amrik."

"Ah, nggak banget. Lebay tuh'."

"Saya benci sama kehidupan yang diceritain di sana, tapi emang sih suaranya bagus-bagus."

Trus mbak-mbak Malaysia itu tanya lagi soal kehidupan SMA yang ketika makan siang membedakan meja antara yang populer, geek, atau yang aneh. Lagi-lagi semuanya protes. Ada yang bilang engga ada yang begituan, dan ada yang bilang kalo masalah diskriminasi seperti itu tidak dilakukan terbuka kek Glee.

Gw jadi ambil kesimpulan: Gila ya ternyata Amrik sama aja kek Indonesia. LEBAY SUPER DOT COM. Sama aja dong kek sinetron-shit?

Dan sejak itulah, ane jadi malas nonton Glee.

Selasa, 14 Juni 2011

That Day I said All, He said All Too



Saya mau cerita tentang satu hari itu.
Satu hari yang sangat melelahkan.
Penyakit bulanan, sibuk, stres, masalah bertumpuk, dan... BAM-saya meledak.

Di hari itu saya berlari, menghirup rokok, dan hp di tangan.
Iseng, saya mengutak-atik hp.
BBM, Twitter, Inbox SMS, Kontak telpon, lalu namanya.
Nama seseorang yang menggaungkan nada kenangan.
Dan kata-kata berikut ini yang akan muncul di kepala saya,
"Brilliant, smart, short (lols), kind, humble...."
Jelas, saya jadi sangat merindukannya.

Karakter dia menyadarkan saya akan kaum adam lain yang sangat menyedihkan.
Dia jelas-jelas tidak seperti kaum adam tipikal.
Tiap detil dirinya membuat saya berpikir, kenapa tidak semua kaum adam seperti dia?
Saya selama ini selalu toleransi dengan sikap kaum adam.
Saya selalu diam, mendengarkan dengan sabar, berusaha mengerti, karena saya pikir bahwa semua kaum adam bersikap seperti itu dan saya tidak boleh menyalahkan mereka.
Tapi, dia membuat saya berpikir kalau tidak semua kaum adam sebrengsek yang saya kira.
Dan sikap mereka yang menyebalkan bukanlah karena kesalahan saya, tapi karena mereka sendiri.

Saya benar-benar tak tahan ingin meledak saat mengingat dia yang saya sukai.
Dan saya mencari Sang Adam tipikal yang bisa saya temukan saat itu. Sang Adam yang menyebalkan.

Dan saya menemukan salah satu adam yang saya benci.
Si mata sipit dengan raut muka sedingin es kutub utara.

Saya bilang kata-kata seperti,
"...benci..."
"...menyedihkan..."
"tukang ngeluh"
"sok tahu"

Sebenarnya, hari itu saya tidak ada masalah apa-apa dengan si mata sipit, tapi saat itu saya sedang ingin mencaci maki semua kaum adam tipikal yang menyebalkan, dan dialah orang tidak beruntung yang bertemu dengan saya di saat yang salah.

Maka, saya yang sedang kesal, menumpahkan amarah, kekesalan pada si mata sipit, orang yang selama ini saya benci.

Orang itu tidak pernah menghargai saya, tapi selama ini saya selalu baik padanya.
Orang itu selalu melabeli saya dan menghina saya, tapi saya tidak pernah menghina balik dirinya.
Orang itu selalu mengacuhkan saya, seolah-olah saya ini angin atau kabut.
Orang itu selalu menceramahi saya dan ujung-ujungnya malah merendahkan saya.
Dia selalu bertingkah seakan dirinya Superhero yang memiliki kisah hidup menakjubkan bak sinetron murahan menurut saya.

Jadi, hari itu saya bilang pada si mata sipit kalau dia itu jenis pria yang tidak perlu saya hormati lagi.
Saya bilang, mulai hari itu dia tidak perlu bicara lagi pada saya, apalagi bicara tentang hal yang berkaitan dengan saya.
Saya bilang, saya sangat benci dia.

Waktu berjalan sangat lambat sewaktu saya berhenti berkata-kata.
Lalu tiba saatnya dia kemudian berkata-kata.

Dia bilang dia sengaja begitu.
Dia sadar kalau dulu kami sangat dekat dan dia sengaja membuat jarak.
Dia bilang, dia juga benci saya karena dulu di saat dia butuh saya, saya tidak ada buatnya.
Dia bilang, dia benci saya karena saya hanya datang padanya ketika saya hanya ada perlu dengannya.

Dia bilang, dia kemudian bertekad menjadi orang yang saya benci karena dia mulai menyukai saya, padahal dia sudah mempunyai seseorang yang istimewa di sampingnya.

Saya kaget.

INI BUKAN FILM ATAUPUN NOVEL.

Tapi, bagaimana bisa orang yang saya benci ternyata malah menyukai saya?

Saya tertawa keras-keras.
Terus-terusan saya tanya ke dia, "Kamu suka saya? Kamu?"
Sambil tertawa nyaris guling-guling di atas lantai.

Dia pun kesal dan kemudian pergi begitu saja.

Saya sungguh tidak bisa berkata apa-apa padanya, kecuali suara tawa yang membahana.
Saya tidak menyangka orang yang sangat menyebalkan seperti dia, yang selalu menghina-hina saya dan selalu merendahkan saya, ternyata dia menyukai saya.

Dan sungguh. Saya bersyukur dia pergi begitu saja setelah mengatakan perasaannya.
Kalau dia menuntut tanggapan saya atas perasaan dia, saya cuman akan mengatakan kata-kata yang menyakitkan.

Karena saya benar-benar tidak ada perasaan padanya.
Kalaupun dia memiliki perasaan yang serius pada saya, dia seharusnya memutuskan hubungannya dan mulai mendekati saya, bukannya malah membuat saya membencinya agar perasaan dia menghilang.

Tapi, entahlah.
Sejak saat itu, saya tidak bisa bertahan untuk tersenyum lebar seperti orang gila.

Dia suka saya?
Oh God, yang benar saja.
Setahu saya, he's so into Physical banget.
And I'm quite far from his Physical's requirement.
His fiancee is so much pretty, while I'm fat and I'm nothing like his fiancee.

Deep down in my heart, saya ngerasa...
Meski sekalipun dia memutuskan hubungan dengan tunangannya, dan kemudian dia mendekati saya, dia tetap tidak akan bisa mendapatkan hati saya.
But instead, saya hanya akan mempermainkannya seperti yoyo.
Maju dan mundur tak jelas.

Saya butuh dia, tapi saya tak cinta dia.
Saya tidak mau terlalu dekat dengannya, tapi juga tidak mau melepaskan dia.
Setidaknya begitu perasaan saya ketika saya masih dekat dengannya dulu.
Sebelum saya membenci dia dan dia mulai bertingkah sangat menyebalkan.

So, begini lebih baik.
Jauh lebih baik.

Selasa, 31 Mei 2011

Masa Lalu Fans K-Pop

Suatu hari gw ngomongin soal teman gw yang fans berat K-Pop ama abang gw. Abang gw tiba-tiba nimpalin kalimat yng lucu banget mengenai dia.

Abang: Sebelum jadi fans K-Pop, pasti dia fans J-Pop
Gw: Kok abang tauk?!
Abang: Sebelum jadi fans J-Pop, pasti dia fans Ayam Pop
Gw: wkwkwkwk
Abang: Keren ya temanmu itu. Bisa ngga jelas gituh nge-fansnya. Dari K-Pop, J-Pop sampe Ayam Pop. Kayaknya segala yang Pop pada suka semua....

Rabu, 25 Mei 2011

Where to Choose Best Web Hosting ?

Do you find any difficulty to get web hosting service after you made your own website? Or do you feel confuse where to choose the right web hosting? Or where you can get information which web hosting service will give you their best offer?

You can get all of that in WebHostingFan.com. There they have collected detailed information about 100+ best web hosting providers including plan features, pricing, reliability and support. You can even see the 5 top web hosting providers based on their customer rating every year.

You can't decide where to go when you want to make a website? Not anymore. Now you have solution when you go to WebHostingFan.com. If you have further questions, you can go here.

Selasa, 24 Mei 2011

Hate this

I want to tell her. It's all her fault.

All this pain, all these insanity events. Everything.

I want to tell her.

But, I can't. I'm scared of what would happen if I were tell her.

Second or Third




I must to say that I've been obsessed to find such perfection in a guy. Saya tahu bahwa di dunia ini tidak ada seorangpun yang sempurna, but yet I'm hungry for it. Dreaming for it. Fantasize for it.

Saya 'pikir' saya sudah menemukan kesempurnaan itu. Dan hal itu terjadi beberapa kali. Puncaknya ketika saya bertemu dengan pria yang saya bicarakan belum lama ini. Remember Ikkyu-san? Or should I say dokterbrengseksialan? Dia tampan, baik, pintar dan jika dilihat dari statusnya (lihat nama julukan yang saya berikan), tentu dia pilihan yang tidak jelek, bukan'? But, once again, time proves that such a perfection is only true to certain people, and apparently I'm not included in that kind of 'certain people'.

Saya benci Ikkyu-san. Oh, tunggu dulu. Saya pikir tidak juga. Mungkin bisa dibilang saya kecewa berat padanya. Sangat. Maafkan saya jika saya tidak bisa mengatakan alasannya secara gamblang karena hal ini sangat pribadi.

Entah karena alasan ini atau mungkin karena alur pikiran saya mulai membaik belakangan ini, saya mulai menghargai orang-orang di sekitar saya yang tidak pernah saya pikir akan melihatnya dari sudut pandang yang berbeda seperti sekarang ini.

Sebut pria yang akan saya bicarakan ini D. D secara fisik tidak menarik. Dia lebih pendek dari saya sekitar 6-8 cm. Kecil, mungil, bisa dimasukkan ke dalam kantong--ups, salah. Hampir saja saya menggambarkannya seperti kurcaci hehe. Dia memang tidak menarik, namun ada sisi lain dari dirinya yang selalu menarik orang-orang hingga kami pun tak tahan untuk lari ke sisinya.

D tidak sama seperti pria lain yang pernah saya temui. Sebut saja ini asumsi saya akan kebutuhan pria kebanyakan untuk diakui oleh orang-orang sekitarnya. Saya sering menemui pria yang menyombongkan jerih payahnya dalan menjalani kehidupan. Mereka sering menyombongkan bagaimana mereka merebut prestasi dan berlagak seolah-olah mereka pahlawan, peran utama dalam sejarah dunia yang pahit ini. Tapi, D berbeda.

Pernah satu kali ia kemukakan bahwa ia sedang memiliki masalah yang pelik. Tapi, ketika saya tanya dia punya masalah apa, dia bilang pada saya, "Percuma gw bilang ama kamu tentang masalah gw karena gw tahu cuma gw sendiri yang bisa selesaikan masalah gw sendiri."

I was incredibly amazed by his words, tapi jujur, saya juga kecewa mendengarnya.

"D, kamu ngga percaya sama aku?"

"Ini bukan masalah percaya atau ngga percaya, tapi masalah pikiran gw yang mumet karena masalah ini, tapi gw sendiri tahu kalaupun gw bilang sama orang pun ngga ada gunanya karena solusinya cuma gw sendiri yang bisa ngelakuinnya."

Saya sungguh-sungguh terkesima.

Kemandirian dia, tanggung jawab dan kebijakan dia.

Dari situ saya mulai dekat dengannya dan saya mulai menyukainya. Tapi sayangnya, dia punya keyakinan berbeda. Well, emang sih hal tersebut pun tetap aja ngga ngubah pendapat saya tentang dia. Dia tidak seperti orang penganut agama lainnya. Dia orang yang taat beribadah, namun tidak serta-merta dia menganggap bahwa hanya agamanyalah yang benar. Dia percaya bahwa semua agama benar dan semua manusia menyembah Tuhan yang sama.

FYI, saya selalu ngga habis pikir kenapa ada saja wanita yang mau menjadi pelaku poligami. Terlepas dari masalah materi dan status, kenyataan membuktikan bahwa ada saja wanita yang mau menjadi orang ketiga atau ketiga, bahkan ke-80. Tapi, sesuatu mengubah pikiran saya. Inilah alasannya.

Pernah di satu hari dalam event yang sangat melelahkan, saya melihat D (secara mengejutkam) berjalan dengan seorang wanita di sampingnya, tertawa riang dengan mata hanya terfokus ke samping sampai-sampai dia tidak lihat saya yang segede gaban menatapnya nanar, malu-malu dan sangat segan untuk memanggil namanya (iyalah, habisnya D lagi sama cewek. Saya takut ganggu D). Saya ngga sakit hati atau cemburu atau marah. Tapi, saya malah senang entah kenapa. Memori saya langsung terbang pada pembicaraan di masa lalu.

"Mana ada cewek yang mau sama gw."

Begitu kata D di tengah-tengah pembicaraan masa lampau. Saya lupa kenapa atau karena alasan apa dia tiba-tiba bicara seperti itu. Tapi, walau omongan itu dimaksudkan untuk merendah dan mungkin karena tujuannya bergurau, saya menangkap nada satir di sana. Coba deh pikir. Kenapa dia tiba-tiba ngomong kayak gitu? Tapi, saat saya melihatnya berjalan dengan cewek dengan mata terfokus seperti itu, tentu perkataan dia sudah terbukti menjadi gurauan semata.

But, no matter how, I always can't lie that I miss him. Always. I always miss him.
And I guess, if he wanted to, I won't mind if he want me to be the second or third in his life. Dia satu-satunya pria yang membuat saya tidak keberatan menjadi kedua ataupun ketiga.

Kalau dia orangnya.

Saya tidak apa-apa.

Hmmm, saya rasa sih.

(Oh Tuhan, jangan anggap serius yak permohonan yang temporer ini. Amin)

Sabtu, 30 April 2011

Top Hats in Royal Wedding

Udah liat acara wedding kemaren? Gimana? Pada stunning kagak? Berhubung ane malas bahas weddingnya, jadi silahkan anda ngomong sendiri aja di pojokan hehehe.

Ane cuman pengen ngomongin soal topi-topi yang nongol di sana. Kebetulan ada yang bagus dan ada yang bikin ngakak.


Putri Eugenie & Putri Beatrice

Dari awal gw ngakak ngeliat topi mereka yang bikin mereka keliatan kek orang-orangan sirkus. Kedua sepupu Prince William ini sedihnya duduk di belakang Queen Elizabeth II pas misa. Gw tuh nunggu-nungguin saat ujung topi mereka nyodok Ratu ampe nyungsep, tapi malah ngga kejadian sama sekali.Mana bajunya pun nggak banget. Apa kata fashionista dunia ya ngeliat mereka berdua? Apa pula kata Fashion Police, si Joan Rivers yang mulutnya pedas ngga ketolongan? Doh, gw penasaran banget dia bakal ngatain Eugenie & Beatrice sampe berapa jauh? Pasti lucu banget wakakakak


Zara Phillips

Siapakah dia? Ow, ternyata dialah calon ibu tiri dua putri di atas (kalo ngga salah hehehe *plak* *gosip gajeh*). Nggak disangka Zara lebih 'manusiawi' dibanding dua calon putri tirinya wakakak. I LOVE IT. Looks sophisticated and sexy. Kenapa sih dia ngga kasih fashion advice ama Eugene and Beatrice? Weleh weleh....

Princess Mathilde of Belgium

Sederhana, tapi juga kelihatan elegan di waktu bersamaan. Dia jago memadu-madankan pakaiannya yang sederhana dengan perhiasan yang mencolok biar ngga terlalu 'flat'. 

Princess Letizia of Spanish

Tebak berapa umur Putri Mahkota Spanyol ini! 18? 22? 27? BWAKAKAKAKAKAK SALAH SEMUA!!!! Umurnya 38 tahun. Nggak nyangka kan'? Saya paling suka topi dan dressnya yang tidak terkesan wah. Mungkin kalau dia pakai anting mutiara atau anting berlian bentuk bulat akan lebih perfect lagi.


Sumpah saya ngga tahu ini siapa. Yang saya tahu nama mereka Santa Montefiore dan Tara Palmer-Tomkinson. Saya kagum ama keberanian mereka berbusana untuk menjadi lebih fashionista dibanding Royal Family semua negara yang secara psikologis harus menciptakan 'kesederhanaan' demi menunjukkan toleransi mereka terhadap krisis ekonomi negara Eropa kalo ngga mau dimaki-maki rakyatnya.


Namanya Frances Osborne, the wife of the Chancellor of the Exchequer George Osborne (artinya terjemahin aja sendiri :P. Males euy *dilempar* *bilang aja kagak tauk*) Saya lebih suka topi kecil yang menempel di kepala dibanding topi besar yang efeknya bisa bikin emosi orang sebelah karena kesodok topi terus.

Dan Pemenangnya adalah:

Drum  Roll, Please....... *tek ketek bum bum*


Sally Bercow, the wife of the House of Commons Speaker, John Bercow. Warna topinya senada dengan warna bajunya. Bentuknya kecil dan ramah lingkungan alias no-sodok-orang-sebelah-sampe-emosi. Sederhana, tapi overall kelihatan seperti fashionista sejati. Glamour, tapi tidak berlebihan. LOVE IT SO MUCH.

Udah segitu aja. Kebetulan cuman topi di atas (kecuali topi sirkus) yang saya suka. Gimana menurut kalian? Topi siapa yang paling kalian suka?

Kamis, 28 April 2011

Kate, Princess and Such



Kira-kira kurang dari 24 jam si Kate sang rakyat jelata akan berubah status menjadi Princess of Wales secara resmi setelah sekian lama telah menjadi istri jadi-jadian Pangeran William.

Ya iyalah istri jadi-jadian karena mereka sebelumnya telah tinggal bersama. Mereka menikah pun karena 'katanya' si Kate gusar umurnya udah mendekat kepala tiga. Tapi, yang gw mo omongin bukan ini. Ijinkan saya mengucapkan selamat pada Kate Middleton karena sebentar lagi seluruh hidupnya akan menjadi mimpi terburuknya. Awalnya memang indah, diiringi kehidupan glamour dengan pernikahan mega super besar, gaun pengantin yang mungkin panjangnya berpuluh-puluh meter, harta berlimpahan, jewelry, famous, and everything, tapi siapa yang akan tahan jika kesalahan kecil sekalipun akan dimuat di halaman depan media nasional.

Apakah ia akan tetap terus memakai busana terbaik di depan publik? Senyuman memukau bak berlian? Lalu, apa benar ia tak punya skandal? *smirk*
Well, gw emang ngga peduli sih soal begituan. Toh hidup dia ngga ada urusan sama gw.

Gw cuman mo bilang aja, Rasakan Balas Dendamku!!! MWAHAHAHAHAH
Gara-gara si Kate gw jadi ngga bisa menjadikan Pangeran Willian menjadi alasan Kejombloan gw. Misalnya di situasi di mana ada orang iseng tiba-tiba bertanya pertanyaan bodoh seperti di bawah ini.

Orang BODOH: “Nes, lo kok belum punya pacar?”

BAH!!! Suka-suka gw dong mau punya pacar ato kagak! Tapi, biasanya selalu gw balas kek gini:

Gw si KEREN: “Iya nih gw lagi nungguin Prince William ngelamar gw. Dia cemas sih nanti gw bakal susah menghadapi dunia selebriti.”

Nah, sekarang si Pangeran William udah merit, gw jelas-jelas udah ngga bisa make alasan ini lagi. Nanti malah ada yang bilang gw perebut suami orang kalo bilang gituh. Idih, OGAH!!! Untung aja kebotakan kepala si William bisa meredakan amarah gw bwakakakak. Gapapa deh, Ket, lo ambil sono si William botak. Dah macam bapak-bapak stress begono bwakakakak.


Ya udahlah gw ikhlas asal si Ket nanti ngelahirin cowok yang lebih cakep dari bapaknya. Ikhlas gw. Rela! Tapi nanti jangan sampai dia belagu menghalangi cinta gw ama anaknya nanti.

Apa? Prince Harry masih jomblo?

Nyiah, ane ogah ama betotolan merah begono. Masih lebih baik ane ama Si Won Oppa.
Lagipula, kehidupan princess sangat menyedihkan. Cenderung membosankan, berbau rutinitas yang sangat gw benci dan kesemua sikapnya harus diatur-atur. Bah, mana bisa ane hidup by the rules begitu. Bisa mati berdiri lama-lama. Kata siapa impian semua cewek menjadi Princess? Me absolutely NOT. But, I’m up for the Queen *dilempar sepatu orang sekampuang*


Tampang kek gini mau dibandingin Si Won Oppa? Ogah lah yaw.

Si Won Oppa Sarangeooooo.... lovelovelove youuuuuu
Gw malah nemu foto Si Won yang laen.

Malah Oppa yang lebih cocok jadi Pangeran dibanding William botak ama si Harry bwakakakakak 
*brb pengson lihat foto Oppa*