Rabu, 18 Maret 2009

Suara Malaikat Bernyanyi

Kemarin sore, gw nongkrong bareng temen-temen gw di café favorit. Di sela-sela sibuknya gw surfing internet dengan leptie tercinta, tiba-tiba temenku duduk di sebelah gw (padahal dia tadinya duduk di sebrang gw sambil ceting di leptie dia sendiri). Ga tau tuh anak ketik-ketik apa di browser opera gw dan googling gituh. Trus dia bilang, “Nes, coba deh liat ini. Download link yang ada di sini terus bacain ceritanya.” Temen gw pun cerita soal web ini. Katanya ada malaikat nyanyi gituh terus kerekam. Gee, gw ga percaya lah kek begitu-gituan. Tapi jujur, gw juga penasaran dan gw download akhirnya.

Suara bisa di-download di:
1. DI SINI
2. atau kalau koneksi anda lambat, DI SINI (server lokal)

Pertama gw denger, cuma ada suara cewek nyanyi dan diiringi piano dalam kualitas suara yang jelek banget. Gw kira itu suara malaikatnya, tauknya bukan. Tapi lumayan loh buat bulu kuduk gw merinding. Jadi, begini latar belakang bagaimana rekaman itu bisa diperoleh. Kalau di web itu ada ceritanya dalam bahasa inggris. Gw terjemahin deh dalam bahasa Indonesia.

Quote:

Para Malaikat menyanyi di dalam Gereja, Maryland

Rekaman ini datang dari pelayanan gereja di Baltimore, Maryland—yang diberikan oleh teman pastur saya yang dapat dipercaya (red: saya di sini adalah penulis web, Jim Bramlett.) dan juga menjadi bagian dari gereja tersebut yang menjamin kebenaran rekaman ini.

Dalam rekaman, seorang wanita sedang bernyanyi sambil memainkan piano untuk memimpin lagu penyembahan yang dilakukan secara spontan (red: sering dalam gereja pentakosta, para tim musik di atas altar menyanyikan lagu penyembahan tanpa latihan sebelumnya). Secara bertahap, anda akan mendengar suara-suara yang mengiringi nyanyian wanita itu—suara yang seharusnya tidak ada. (red: suara yang akan anda dengar seperti suara choir atau koor paduan suara yang pada kenyataannya di gereja tersebut tidak ada koor paduan suara apapun yang bernyanyi. Seharusnya, cuma suara gadis itu saja yang terdengar). Tak dapat diragukan lagi, itu adalah suara malaikat.

CATATAN: Suatu investigasi telah dilakukan bahwa beberapa bagian dari suara tersebut memiliki kemungkinan dihasilkan oleh synthesizer (red: synthesizer adalah suatu alat elektronik yang mampu menghasilkan berbagai macam suara dan mengkombinasikannya dengan sinyal suara dari frekuensi berbeda). Tapi, suara di sana juga diiringi oleh suara vokal atau suara alat musik atau tangga nada: yang bagaimanapun, vokalisasi atau alat musik tersebut dapat dipercaya keasliannya dan bukanlah hasil suara dari suara manusia. Pendengar akan dapat melihat perbedaannya.

Aku punya rekaman yang lengkap dengan penjelasan pastur yang membicarakan situasi tersebut dengan khayalak orang banyak (red: bahasa aslinya congregation), dan ada sekitar 25 orang yang memberi pengakuan kalau mereka mendengar suara tersebut. Mereka semua terhanyut dalam perasaan takjub ketika mendengar suara tersebut pada waktu itu.



Untuk membaca bahasa aslinya, silahkan lihat di http://www.choicesforliving.com/spirit/angels/angels-1.htm dan juga bisa sekalian download suaranya di sana.

Pas gw denger ceritanya dari temen gw, gw asli kagak percaya. Kenapa? Pertama, gw ini orang yang tak bisa mempercayai fakta yang tidak rasional begitu mudahnya. Pikiran gw udah ke-setting dari sononya untuk tidak langsung menelan bulat-bulat semua perkataan orang begitu saja. Pada kenyataannya, banyak kebohongan-kebohongan publik yang tersebar untuk membuat kehebohan atau semacamnya. Dan yang kedua, gw pernah dengar dari seseorang kalau iblis itu sering juga menjelma menjadi malaikat untuk menipu manusia. Dari semua itu, gw langsung kepengen menolak mentah-mentah cerita yang disodorkan teman gw.

Tapi, kenyataannya?

Gw percaya itu suara malaikat beneran. Alasannya? Kalian percaya ngga kalau tubuh mortal kita dilengkapi dengan senjata untuk menjalani hidup yang seharusnya bisa semakin tajam jika kita mengasahnya dengan cara tepat? Gw percaya dan senjata itu adalah insting atau naluri. Hampir mirip dengan kata hati, tapi menurut gw, insting ini lebih ke fisik (mungkin). Kayak misalnya binatang yang memiliki insting untuk menemukan mangsanya dari kejauhan. Dan pertanda insting yang gw rasakan setelah gw dengar lagu itu adalah, bulu kuduk gw yang terus-menerus berdiri. Gilaaaaa...... Jangankan suara malaikatnya, suara cewek itu aja udah cukup buat gw merinding saking nancepnya di hati gw. Oh ya, kalau di rekaman ini, suara malaikatnya jelas banget kedenger pas ukuran waktu di player gw menunjuk di 0:41 sampai 0:51. Sebenarnya, sedari awal gw juga bisa dengar suara koor dar malaikatnya, tapi di detik 0:41 itu lah paling kerasa suara yang rasa-rasanya belum pernah gw dengar. Mungkin ada yang hampir ’mendekati’ seperti itu, tapi belum ada yang seindah itu. BELUM ADA. Dan di situlah gw terhenyak, mengagumi keajaiban Tuhan.


Tapi, belum selesai sampai di situ. Ada suara malaikat yang buat gw jauh lebih merinding dan buat gw ketakutan minta ampun karena begitu ngerinya lirik lagu yang dinyanyiin malaikat itu.

Suara bisa diambil di:

1. DI SINI
2. atau dengan server lokal DI SINI.


Quote:

Keajaiban Shandong
Malaikat bernyanyi di dalam pelayanan gereja yang terpencil

Di bulan Mei, 1995, Saya (Jim Bramlett) menerima laporan yang sangat mengejutkan dari teman yang dalam beberapa tahun menjadi pemimpin ministri pelayanan di Cina. Untuk melindungi dia dan juga kerabatnya di Cina, saya tidak dapat memberitahu namanya. Tapi, lebih baik untuk kalian untuk mengerti kredibilitasnya. Ijinkans aya menjelaskannya bahwa saya telah mengenal dia selama bertahun-tahun. Dia adalah lulusan dari sekolah teologi yang preestisius dan dulunya dia adalah seorang pastur. Temanku adalah seorang yang sangat pintar dan pelayan Tuhan yang luar biasa. Dia tidak ada niat sama sekali untuk menciptakan sensasional. Berikut ini adalah cuplikan dari laporannya padaku.

Seluruh provinsi Shandong, di daerah timur Cina (populasinya mencapai 57 juta orang) ada di dalam pertengahan pembersihan jemaat gereja. Karena takut dipenjara, para Nasrani bertemu secara rahasia di dalam sebuah rumah, seringkali hanya diterangi dengan nyala lilin. Dalam pertemuan 1995, semua orang bernyanyi ”Di Dalam roh” bersama-sama (1Korintus 14:15), tidak dengan bahasa mereka sendiri, tapi ”sebagai bentuk kehadiran roh kudus yang menggerakkan nyanyian mereka semua” (red: mereka semua penuh dengan roh kudus dan berbahasa roh, seperti yang ada dalam peristiwa pentakosta). Semua orang berada dalam harmoni, tapi bernyanyi dengan kata-kata yang berbeda. Seseorang merekam pertemuan itu. Beberapa waktu kemudian, ketika mereka memainkan kaset yang merekam pertemuan itu, mereka semua terkejut! Apa yang mereka dengar di kaset itu sama sekali berbeda dengan yang ada di pertemuan malam itu. Ketika temanku mendengar rekaman itu, sebelum seorang pun memberitahukan suara apa itu, dia langsung berseru, ”Itu malaikat!!” Sebenarnya, tidak ada penjelasan yang lain selain itu.

Di bawah adalah kata-kata terjemahan yang dinyanyikan oleh para malaikat! Tolong dicatat bahwa kata-kata tersebut mengekspresikan ide-ide di mana para penduduk di daerah pedalaman Cina tidak mengerti kata-kata itu.

"The End is Near: Rescue Souls"



1. The famine is becoming more and more critical.
There are more and more earthquakes.
The situation is becoming more and more sinister.
People are fighting against each other, nation against nation.
Disasters are more and more severe.


2. The whole environment is deteriorating.
Disasters are more and more severe.
People's hearts are wicked, and they do not worship the true God.
Disasters are more and more severe.


3. Floods and droughts are more and more frequent.
There is more and more homosexuality and incurable diseases.
Disasters are more and more severe.


4. The climates are becoming more and more abnormal.
The earth is more and more restless.
The skies have been broken. The atmosphere is distorted.
Disasters are more and more severe.


Chorus:

The end is near. The revelation of love has been manifested.
Rise up, rise up, rescue souls.
The end is near.
Rise up, rise up, rescue souls.


Terjemahan:

”Akhir Jaman sudah dekat: Selamatkan jiwa-jiwa”

1. Kelaparan akan semakin bertambah parah dan kritis
Akan ada gempa bumi yang lebih banyak lagi
Situasi akan semakin menakutkan
Orang-orang akan berperang satu sama lain, bangsa melawan bangsa
Malapetaka akan semakin parah dan parah

2. Semua lingkungan akan semakin memburuk
Bencana alam akan semakin parah
Hati semua orang menjadi jahat dan mereka tidak menyembah pada Tuhan yang benar
Malapetaka akan semakin parah dan parah

3. Banjir dan kekeringan akan semakin sering terjadi
Akan ada lebih banyak lagi homoseksual dan penyakit-penyakit yang tak bisa disembuhkan
Malapetaka akan semakin parah dan parah
4. Iklim akan semakin tidak normal
Bumi akan semakin gelisah
Langit akan rusak. Atmosfir akan terganggu
Malapetaka akan semakin parah dan parah


Chorus:
Akhir jaman sudah dekat. Wahyu kasih akan ditunjukkan.
Bangkitlah, bangkit, para jiwa yang selamat.
Akhir jaman sudah dekat.
Bangkit, bangkitlah, jiwa yang selamat.


Terjemahan di atas diterjemahkan dari bahasa Cina asli oleh dua orang penduduk asli Cina Nasrani di Beijing yang memiliki pengetahuan personal tentang gereja dan pastur yang berada di waktu kejadian.





Nah, yang ini buat gw lebih merinding lagi. Gimana enggak? Kalau ada orang asing yang tiba2 ngomong kek gitu di tahun 1995, mungkin kita akan anggap orang itu orang gila. Tapi kenyataannya, semua hal yang diceritakan dalam lirik lagu yang dinyanyikan malaikat itu sudah benar-benar kejadian sekarang. Ya Tuhan, bagaimana gw nanti kalau dunia akan benar-benar kiamat? Gw belum siap karena gw adalah manusia berdosa.

Oh Tuhan, aku mau bersamaMu sampai akhir masa.


Kalau gw percaya itu adalah suara malaikat. Bagaimana dengan kalian?

Ya, itu semua gw serahin pada opini kalian masing-masing.

Gw asli membuat tulisan ini bukan membuat heboh, mencari perhatian atau semacamnya. Tapi, gw buat tulisan ini murni karena gw pengen bagi hal ini ke semua orang. Sisanya, terserah kalian mau percaya atau engga.

2 komentar:

Tuliskan kesan dan pesan anda. I only receive spam from friends only, please. Thank you.