Sabtu, 26 Juni 2010

Depresi


Gw sepertinya sedang mengalami gangguan mental secara psikis yang agaknya sudah lumayan brutal efeknya. Gw sendiri nggak tahu apakah ini memang sudah terjadi sejak lama atau gw baru menyadarinya sekarang? Entah sejak kapan gw merasa mood gw bisa berubah drastis tajam walau hanya nemuin satu hal kecil sekalipun. Satu detik gw bisa hepi sehepi-hepinya, satu detik berikutnya gw bisa down sampe mo bunuh diri rasanya. Pikiran dan hati gw serasa nggak sinkron hingga perilaku gw nyaris sama kayak orang gila. 

Gw baca majalah, dan seperti ini gejala orang depresi:
=> sering merasa rendah diri dan nggak percaya diri;
=> mengalami penurunan minat terhadap aktivitas atau suatu hal yang tadinya disuka;
=> bereaksi berlebihan saat mengalami kegagalan atau penolakan;
=> mengalami gangguan makan dan tidur (nafsu makan berkurang/berlebih, susah tidur/ tidur terus-terusan);
=> merasa lelah terus menerus padahal tidak melakukan apa-apa;
=> gampang tersinggung/ marah;
=> menarik diri dari pergaulan dan mulai cuek sama penampilan pribadi;
=> merasa apa yang dijalani sekarang sia-sia/ nggak ada gunanya;
=> sering putus asa;
=> mulai memikirkan tentang bunuh diri;

Yang dicetak tebal adalah gejala yang gw alamin sekarang. Dari 10 point, gw 'menebalkan' 9 point di antaranya. Nggak salah lagi, gw pastilah D-E-P-R-E-S-I. 

Katanya sih' penyebab depresi ada 3 macam:
1. endogen => berasal dari dalam diri si penderita, misalnya gangguan hormon, zat kimia di otak (neurotransmitter), genetik atau tekanan hidup:
2. eksogen => berasal dari luar atau lingkungan sekitar, misalnya kehilangan seseorang yang memicu rasa sedih yang mendalam.
3. neurotik => penyebabnya merupakan respon dari stres atau rasa cemas yang udah tertimbun sejak lama.


Dalam kasus gw, mungkin penyebab depresi gw adalah ketiga-tiganya. Pertama, gw memang mempunyai penyakit yang mempengaruhi saraf gw. Kedua, lingkungan sekitar gw rada-rada !@#$%&*#@, wajar kalo gw merasa depresi. Ketiga, stres itu adalah makanan sehari-hari gw. Orang di sekitar gw sampe bosan dengar kata itu keluar dari mulut gw.


Oh ya' ada lagi gejala-gejala depresi yang menguatkan diagnosa 'DEPRESI' tadi, karena nyatanya tidak semua gejala depresi yang ditulis di atas benar-benar membuktikan kalau seseorang itu depresi ataukah tidak. Ini gejala 'kuat'-nya:

* PERUBAHAN SIKAP EKSTRIM
   Sikap yang tadinya baik-baik berubah jadi negatif, misalnya memberontak atau pemarah.
* ANTI SOSIAL
   Berubah jadi anti sosial, menarik diri dari pergaulan, bahkan lebih suka menyendiri.
* POLA HIDUP BERUBAH TOTAL
   Kehilangan nafsu makan atau makan secara berlebihan serta pola tidur berantakan. Bahkan depresi sering dianggap sebagai faktor penyebab kasus anoreksia dan bulimia.
* MELUKAI DIRI SENDIRI
   Karena tidak sayang dirinya lagi, mereka bisa berusaha melukai diri sendiri, misalnya lewat penyalahgunaan narkoba/ alkohol bahkan nekat menyaya-nyayat kulit mereka sendiri.
* TEROBSESI DENGAN KEMATIAN ATAU BUNUH DIRI
    Sering menunjukkan ketertarikan terhadap kematian, misalnya lewat ucapan atau tulisan, bahkan mulai mengancam akan bunuh diri.


Dan dari ke-5 point, gw menebalkan 4 point yang gw alamin sendiri. Jelas sudah gw memang DEPRESI.


Gejala fisik ini pun juga gw alamin sebagai orang depresi:
* pusing atau migren
* rasa tegang dan sakit berkepanjangan di bagian punggung
* rasa sakit pada otot dan sendi
* rasa sakit di bagian dada
* mual, diare, atau sembelit yang disebabkan nutrisi dan energi yang terlalu banyak diserap otak dan nggak tersebar merata ke seluruh tubuh.


Beuh, itu semua di atas sering banget gw rasain sampe sekarang.


Obat Depresi
Pengobatannya bisa macam-macam tergantung penyebabnya. Untuk kasus endogen diperlukan obat-obatan untuk menstabikan kadar cairan kimia di otak. Sementara depresi eksogen diatasi melalui terapi yang melalui terapi yang meliputi konseling dan juga pemakaian obat antidepresan (dengan pengawasan dokter tentunya).


Pencegahan Depresi 
Dapat dilakukan dengan:
=> menjaga kesehatan fisik dan emosional
=> selalu berpikiran positif, karena pikiran negatif bisa merusak kerja otak dan fisik
=> rajin olahraga bisa memperbaiki metablisme tubuh dan menciptakan pikiran yang fresh plus positif
=> berkomunikasi dan menjaga hubungan sosial yang baik dengan orang-orang di sekitar kita, termask keluarga. Karena saat kita sedang down, mereka lah orang-orang yang bisa kita ajak bicara.




Doakan sajalah biar aku tidak depresi lagi. Hiks.
(image courtesy: joganelken@deviantart.com)

11 komentar:

  1. wahwahwah..refreshing donk...
    hidup ini indah lho.. :D

    BalasHapus
  2. Jadi gimana caranya lu mau menghentikan depresi itu, Nes?

    BalasHapus
  3. @Gusti: iya makasih sudah diingatkan.

    @vicky: ga tauk. mungkin secara pelan-pelan saya berusaha mengubah diri. dimulai dari cara berpikir positif dulu.

    BalasHapus
  4. salam kenal makasih bacaannya ..bognya bagus,,,bagi ilmu donk biar PR naik

    BalasHapus
  5. berjuang jangan sampe kamu depresi dong nes
    jangan bilang gara" si cowok itu T_T

    BalasHapus
  6. @clara: bukan gara2 cowok clar. ya oloooo kok pada ngira ane depresi gara2 cowok si? lo kan tau semenjak ama si bencong berinisial M itu, gw ga akan bakal lagi segitunya gara2 cowok. Gak lah, clar. Ane cuma sumpek ama idup ane. fuh~ perlu doa yang banyak nih heheheh

    BalasHapus
  7. gue do'akan semoga gak stress2 lg deh... :-)

    BalasHapus
  8. Iyah, sama kayak heny, ples semoga lebih sering ketemu orang2 yg bikin riang gembira deh :)

    BalasHapus
  9. meminta bantuan profesional (psikiater) karena deprei yg berkepanjangan dapat membahayakan diri sendiri atau orang2 yang kita sayangi

    BalasHapus

Tuliskan kesan dan pesan anda. I only receive spam from friends only, please. Thank you.