Selasa, 12 Oktober 2010

He's still Haunting me




Gak tahu ini apa artinya. Beberapa minggu terakhir ini dia selalu ada di dalam mimpi saya nyaris setiap hari. Saya lupa bagaimana detil semua mimpi saya, tapi yang saya ingat saya selalu menatap punggung dia dari kejauhan. Rasanya dia sangat jauh sekali. Ketika pagi tiba, saya lupa mimpi apa semalam, dan anehnya, saya tidak bisa melupakan perasaan sedih yang terbawa dari mimpi.

“Kamu pernah patah hati?” Saya bertanya pada teman lama saya, si tuan mata tajam. Dia pribadi yang sangat rumit. Kadang dia bisa menjadi sahabat yang mau mengerti setiap kondisimu. Kadang dia seperti seorang Jenderal congkak yang selalu merendahkan orang-orang di sekitarnya. Dan selalu, apapun yang ia katakan selalu tajam dan tak berperasaan. Namun itu semuanya bukan tanpa alasan dan tanpa dasar yang kuat. Dia lakukan itu untuk membangun orang-orang di sekitarnya. Itu alasannya saya selalu mencari-cari dia walau sejahat apapun dia sama saya hahaha.

“Pernah.” Jawab dia.
“Then, how can you heal a broken heart?”
“I just let her go. Ikhlas. Itu aja.”
“Aku juga udah ikhlas kok. Tapi kenapa aku ngga bisa hilangin rasa ama dia?”
”Itu karena kamu belum benar-benar ikhlas.”

Saya seolah ditampar oleh perkataannya. Dan saya diam. Cukup lama. Untuk berpikir. Untuk merenung.

Saya ingin mendebat si tuan mata tajam, tapi saya tahu di masa seperti ini saya tidak akan sanggup mementalkan semua perkataannya. Saya tahu saya nggak akan bisa menang dari dia. Dia akan terus berkicau terus dan terus dengan sedikit menghina diri saya, lalu saya akan membalas, menyindir dia soal situasinya yang ‘aneh’ bersama seseorang yang selalu dicintainya sejak dia masih SMA dulu. Kemudian dia tidak terima dan malas berbicara dengan saya. Saya juga begitu dan akhirnya kami baru berbicara beberapa minggu kemudian setelah kami amnesia dengan semua kata-kata kami.

Haha kami berdua memang aneh. Yang membuat saya heran sama sekali, walau kami telah bertengkar sesering apapun, walau dia berkata tajam dan saya pun juga demikian, walau lamanya waktu kami tidak berbicara, kami masih bisa menjadi diri kami sendiri, saling bicara dari hati ke hati tanpa batasan apapun. Entah agama, gender, apapun itu.

Untuk sekarang? Yeah, saya hanya bisa diam

Saya masih dihantui bayangan seseorang. Menyedihkan. Sangat.

Hanya Tuhan yang tahu kenapa dia selalu muncul di mimpi saya hampir setiap hari.

-sigh-

4 komentar:

Tuliskan kesan dan pesan anda. I only receive spam from friends only, please. Thank you.