Rabu, 12 Mei 2010

Kisah Nyata Di Sebuah Elevator





Atlantic City - AS, seorang wanita memenangkan sekeranjang koin dari mesin judi. Kemudian ia bermaksud makan malam bersama suaminya. Namun, sebelum itu ia hendak menaruh sekeranjang koin tersebut di kamarnya dengan menaiki lift terlebih dahulu.

Sewaktu ia masuk lift, di dalam sudah ada dua orang hitam di dalamnya. Salah satunya sangat besar . . . Besaaaarrrr sekali. Wanita itu terpana. Ia berpikir, "Dua orang ini akan merampokku." Tapi pikirnya lagi, "Jangan menuduh, mereka sepertinya baik dan ramah."

Tapi rasa rasialnya lebih dominan sehingga ketakutan mulai menjalarinya. Ia berdiri sambil memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan. Ia berharap keduanya tidak dapat membaca pikirannya.

Untuk menghindari kontak mata, ia berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup. Sedetik . . . dua detik . . . dan seterusnya. Ketakutannya bertambah! Lift tidak bergerak! Ia makin panik! Ya Tuhan, saya terperangkap dan mereka akan merampok saya. Jantungnya berdebar, keringat dingin mulai bercucuran.

Lalu, salah satu dari mereka berkata, "Hit the floor" (Arti 'hit' memiliki dua pengertian: satu, tekan nomor lantai pada lift. Kedua, tiarap). Saking paniknya, wanita itu tiarap di lantai lift dan membuat koin berhamburan dari keranjangnya. Dia berkata, "Ambillah uang saya dan biarkanlah saya hidup."

Beberapa detik berlalu. Kemudian dia mendengar salah seorang berkata dengan sopan, "Bu, kalau Anda mau mengatakan lantai berapa yang Anda tuju, kami akan menekan tombolnya." Pria tersebut agak sulit untuk mengucapkan kata-katanya karena menahan diri untuk tertawa.

Wanita itu mengangkat kepalanya dan melihat kedua orang tersebut. Merekapun menolong wanita tersebut berdiri. "Tadi saya menyuruh teman saya untuk menekan tombol lift dan bukannya menyuruh Anda untuk tiarap di lantai lift," kata seorang yang bertubuh sedang.

Ia merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa. Wanita itu berpikir , "Ya Tuhan, betapa malunya saya. Bagaimana saya harus meminta maaf kepada mereka karena saya menyangka mereka akan merampokku." Mereka bertiga mengumpulkan kembali koin-koin itu ke dalam keranjangnya.

Ketika lift tiba di lantai yang dituju wanita itu, mereka berniat untuk mengantar wanita itu ke kamarnya karena mereka khawatir wanita itu tidak kuat berjalan di sepanjang koridor. Sesampainya di depan pintu kamar, kedua pria itu mengucapkan selamat malam, dan wanita itu mendengar kedua pria itu tertawa sepuas-puasnya sepanjang jalan kembali ke lift.

Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan malam.

Esok paginya bunga mawar dikirim ke kamar wanita itu, dan di setiap kuntum bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang seratus dolar.

Pada kartunya tertulis: "Terima kasih atas tawa terbaik yang pernah kita lakukan selama ini."

Tertanda:
- Eddie Murphy
- Michael Jordan

Selasa, 11 Mei 2010

bitter heart


Bitter heart, bitter heart
Tries to keep it all inside
Bitter heart, bitter heart
Shadows will help you try to hide
Bitter heart my bitter heart
Is getting just a little fragile
Bitter heart, bitter heart of mine

Ufgh. Ini lagu gw puterin mulu sedari tadi, berusaha mengingatkan gw kalo yang namanya sakit hati itu diumpetin aja. Jangan sampe diwujudkan dengan muka lusuh, bibir mengkerut dan desah nafas yang panjang berkali-kali, terutama jangan sampai dilampiaskan pada orang yang buat sakit hati dan juga orang-orang sekitar gw yang tidak berkaitan wkwkwkw

Sedih emang yang namanya sakit hati, apalagi di saat di mana lagu Meggy Z tidak bisa dinyanyikan, yang katanya lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Bah gw sakit gigi iya, sakit hati juga iya. GRAAAAARRRRR!!!!!!

Gw dari kemarin mencari-cari obat rasa sakit, maksud gw sakit hatinya (kalo sakit gigi cuman bisa ke dokter gigi kan?). Gw curhat sana-sini, dan gw dikasih petuah dari sana-sini juga, ujung-ujungnya mentok juga harus lihat ke atas katanya. Hooh gw ngerti sih, dan emang harus begitu, kalo nggak gw berarti atheis hahaha. Hais, rasanya gw pengen menyendiri gituh, atau sama temen-temen yang gila kek macam si Pai Shu Cen, atau El, trus kerjaan gw ngakak mulu 24 jam non-stop.

Gw kangen masa itu…hiks >____<


Btw, sebagai informasi aja. Lagu 'Bitter Heart' ini dinyanyikan oleh Zee Avi, penyanyi asal Malaysia yang bakal jadi next best diva jazz. Kisah dia merintis kariernya pun juga cukup fenomenal. Ceritanya dia iseng-iseng kirim video nyanyiannya ke Youtube dan itu pun cuma sebagai koleksi aja. Siapa sangka kalau videonya dilirik sama petinggi label rekaman Amerika, Monotone yang akhirnya menggondol cewek berumur 23 tahun ini ke Amerika untuk membuat album.

And, voila! lagunya emang gw akuin keren banget. Gw ngga pernah denger sih lagu yang lain, tapi suara cewek ini khas banget, dan lagunya juga ringan, asik didenger.

Kamis, 06 Mei 2010

Film Dokter

Kayaknya dari gw SMP udah suka banget sama film dokter-dokteran. *lirik postingan di bawah* (Duh, gaya bahasanya berubah lagi. Hahaha). Setahu gw, dulu film macam ini cuma ada satu judul doang, which is “E.R”. Sayang jam tayangnya hampir bersamaan sama jam operasi maling dan terpaksa gw ngga pernah nonton lengkap episode filmnya. Baru belakangan ini gw menemukan dua film yang menurut gw fenomenal banget, malah tiap episodenya menambah pengetahuan pula.

1.Grey’s Anatomy



Tokoh utamanya bernama belakang Grey yang dikenal sebagai pelopor ilmu kedokteran modern. Otomatis anak perempuan keluarga ini, Meredith merasakan beban sebagai penyandang nama Grey. Sebagai murid yang berjuang menjadi ahli bedah, dia hampir selalu diistimewakan oleh semua ahli bedah ternama hingga dibenci oleh teman-teman koleganya. Mungkin karena begitu banyaknya kegiatan yang menguras tenaga-sampai-mau-mati-rasanya, Meredith bisa berteman baik dengan salah satu musuh yang paling sirik ama dia, Christina Yang.

Banyak kasus-kasus bedah yang seru, misalnya seperti pasangan suami-istri yang tidak bisa mengeluarkan penisnya dari ‘itu’ istrinya setelah bersenggama, lalu ada operasi bedah kontroversial yang dilakukan pertama kalinya di dunia, ada perang antar-dokter yang berebutan organ tubuh (jantung, liver, dsb)—ah, banyak deh. Konflik di antara dokter juga nggak kalah serunya, walau agak terkesan fiktif sih, well—kalau dipikir-pikir sih bisa bener juga. Soalnya begini, di film ini ceritanya dokter-dokternya selalu terlibat asmara hanya sekitar orang-orang di rumah sakit melulu. Sebentar-sebantar mereka berhubungan seks di ‘On call room’ (ruang istirahat dokter ahli bedah), lalu putus dengan dokter A, besok jadiannya sama dokter B di rumah sakit yang sama. Tapi kalau dipikir-pikir, wajar juga sih mereka hanya punya kehidupan sosial berkitar rumah sakit mulu, soalnya mereka nggak punya waktu untuk sekadar pergi ke bar mencari pacar dan sebagainya, bahkan untuk keluarga pun nyaris tak pernah dipedulikan. Kalaupun mereka punya waktu, mereka gunakan untuk istirahat.

Kalau mau tahu betapa kasihannya kehidupan dokter ahli bedah, nonton aja film ini.


2.House



Kalau film ini bercerita tentang dr. Greggory House yang terkenal sebagai ahli diagnosis ternama di dunia. Gw aja baru tahu dari film ini kalau pendiagnosaan penyakit itu benar-benar hal yang super ribet dan ironisnya salah sedikit saja bisa berakibat fatal untuk pasien. Sebagai contoh ada pasien yang gejala penyakitnya sama persis dengan penyakit kanker, tapi ternyata dia hanya dijangkiti virus/bakteri yang bisa diobati dengan antibiotik sederhana saja. Tapi karena sudah terlanjur menjalani kemoterapi dan segala macam pengobatan kanker, akhirnya si pasien mati dalam hitungan hari. Ngeri nggak tuh?

Banyak juga pengetahuan seru, seperti ada kelainan saraf di mana seseorang tidak bisa merasakan sakit sama sekali walau kaki putus, perut sobek, kepala terbelah. Dokter House sendiri juga hal yang menarik untuk dianalisa haha. Masalahnya orang ini memiliki kepribadian yang rumit hingga ia memiliki satu prinsip universal yang berlaku untuk siapa saja, bahkan penyakit yang diderita pasien, yaitu “everybody lies”, semua orang berbohong, tanpa terkecuali. Begitu yang selalu dia ucapkan pada semua orang. Dan jelas, dia tidak pernah mempercayai semua orang, bahkan semua orang di sekitarnya mencapnya sebagai ‘the real jerks that ever lived on earth’. Semua orang membenci House, sekaligus mencintainya dengan cara yang aneh karena kelakuannya yang ajaib.


Selasa, 20 April 2010

True Friend



Enak juga punya temen yang bener-bener ngerti. Yang nggak serta-merta nge-judge, mandang rendah orang lain, dan selalu merasa superior. Jarang banget saya bisa temuin orang kayak gituh, dan kalaupun ada pastilah orang itu kebanyakan ber-gender cowok yang kebetulan rata-rata memiliki kepercayaan universal (jika anda tahu apa maksud saya hohoho).

Bukannya rasis atau secara insting memosisikan diri sebagai rival, tapi saya selalu ngerasa ga sreg berteman dengan kaum hawa. Kalau anda tanya saya, banyak banget yang bisa dipermasalahkan dengan mereka dan kesalnya masalah kecil pun bisa menjadi besar ketika berurusan dengan mereka. Saya malas kalau udah menyangkut masalah begini.

Pertama, mereka mengatas-namakan moral dan prinsip ‘tidak enak’ kemudian membenarkan untuk membicarakan cacat orang lain di belakang, bukan di depan orangnya langsung. Oke, masih bagus kalau cuma segelintir yang tahu, tapi kalian tahu kan bagaimana kelakuan kaum hawa yang tidak tahan menggerakkan bibirnya cuma sedikit. Yep, mereka belum puas kalau belum monyongin bibir sepanjang-panjangnya hingga pada akhirnya apa yang diketahui oleh satu orang kemudian meluas dan meluaaaaas sampai seluruh dunia tahu, lalu diam-diam menertawakan si terdakwa tadi.

Kedua, entah apa namanya ini. Konteks lebih luasnya, mereka itu berimajinasi tinggi. Memang lebih cocok jadi penulis cerita sinetron atau drama sabun murahan lainnya. Soalnya mereka sering membuat cerita yang sarat dengan konflik-konflik sinetron yang tentu saja tidak didasarkan oleh fakta. Mereka suka berasumsi, membuat rumusan tak masuk akal dan parahnya mereka berani-beraninya membuat hasil karangan itu sebagai fakta utama, garis besar dari penyimpangan dongeng-dongeng yang mungkin muncul karena bedanya persepsi orang lain.

Ketiga, yaa~soal ini jujur, saya sendiri juga menjadi salah satu penganutnya, yaitu masalah insting rival secara tak sadar. Kayak masalah mami saya dan rekan kerjanya. Setiap ada peningkatan mutu di keluarga kami seperti mobil baru, rumah yang direnovasi, dan sebagainya, pastinya rekan kerja mamiku ngga mau kalah, bahkan melakukan hal-hal yang tidak masuk akal agar dilihat superior hahaha. Kalau saya sih bukan masalah materi macam ini, tapi lebih ke prestasi. Woh, saya bisa sirik minta ampun sampe-sampe saya bisa marah betulan sama rival saya hohoho.

Tapi yaa~berdasarkan pengalaman, ada juga kaum adam yang ternyata memiliki spiritual jiwa feminim. Maksud saya, ada cowok-cowok yang juga bersifat seperti yang di atas tadi. Kalo saya sih biasa menyebut mereka cowok bencong hohoho. Tapi, ada juga cewek yang tidak bersifat seperti di atas.

Dan akhirnya saya ambil kesimpulan: oke, mungkin yang salah itu bukan gendernya, mungkin cara berpikir mereka yang tergantung hasil didikan budaya lingkungan mereka. Dan benar saja, saya perhatikan orang-orang yang tidak bersifat di atas, khususnya di nomor satu dan dua adalah orang-orang yang berpikiran luas dan ber-ego tinggi. ‘Yeah, buat apa sih mikirin orang lain yang ngga ada hubungannya ama gue?’ ====> kayak gini nih cara berpikir mereka wakakaka. Walau, ada juga orang yang memang selalu fair and square, mungkin karena mereka terdidik dengan baik dalam keluarga maupun lingkungan kali ya? Pokoknya salut deh sama orang-orang yang mampu berpikir maju dan luas, tidak berpikir picik, dan selalu berpikir positif membangun.

Ada lumayan banyak teman cowok saya yang seperti itu memang, dan saya sudah pasti mengagumi mereka dan selalu dan selaluuuuu selalu menyusahkan mereka karena saya butuh bantuan mereka untuk well…..memperluas pikiran saya juga (secara garis besarnya). Tapi kadang ada hal di mana saya sebagai cewek tidak bisa berbagi masalah-masalah pelik yang tidak bisa dimengerti oleh cowok. Jadilah saya merasa nelangsa karena tidak ada yang benar-benar bisa memahami saya.

Sampai akhirnya hari ini, saya baru tahu kalau ternyata selama ini saya mempunyai tambahan teman sejati lagi dan lebih spesialnya, dia itu kaum hawa. Hiks, saya terharu, apalagi dia selalu memberikan solusi yang benar-benar mengena di hati, bukan cuman omongan muluk-muluk mengenai surga, ke-Tuhanan dan sebagainya yang sekarang ini membuat saya muak.

Ufgh, saya merasa bersyukur.

Saya mungkin tidak perlu lagi berkata, “I have many friends, but I always feel alone.”

Maybe this time I’ll say, “I have many friends, and I feel so happy about it.”

Mungkin yang perlu saya lakukan adalah membuka pikiran saya, dan dengan pikiran positif, saya akan mengubah dunia.


Senin, 19 April 2010

Foto Nista Jin

Nggak tahu kenapa saya tuh benar-benar nggak tahu mau tulis apaan di sini. Bukan karena saya punya blog lain sampai-sampai menelantarkan blog ini, tapi sungguh saya benar-benar tidak punya ide, apalagi mood untuk menulis di mana pun. Jadi, daripada blog ini tidak ter-updet, lebih baik saya kirim foto-foto koleksi saya yang lucu-lucu hehehe.



Foto ini seperti biasa saya temuin di album facebook abangku. Yang paling lucu tuh komen-komen mereka yang aseli bikin ngakak. Ini komen mereka.



Ini ada lagi foto lucu.



Itu penghuni Taman Lawang yang lagi siap-siap hihihi.

Ini deh satu lagi foto lucu biar semua ngga penasaran.



Duh, ini maksudnya apaan ane juga kagak ngerti. Pokoknya, ane sukses sakit perut lihat foto ini. Btw, ini foto si jin yang di atas tadi kayaknya.

Ya, semoga anda ngakak sekeras saya deh fufufu~


Sabtu, 17 April 2010

Oh...Happy Day!!!





Pengumuman wahai emak-emak, babe-babe, abang, none, adek-adek, dan terutama fans-fansku yang tercinta. Saya mau memberitahu berita gembira di mana berita ini akan membuat saudara-saudara sekalian ingin seketika terjun payung dari gedung kantor anda, menyanyi kegirangan di tengah-tengah kelas, atau cuman senyum-senyum sendiri tak menentu hingga orang di sebelah anda menelpon rumah sakit jiwa terdekat.

Saya ingin memberitahu bahwa orang keren yang tak lain dan tak bukan adalah merupakan pemilik blog ini sekarang.....SUDAH PUNYA JARINGAN INTERNET SENDIRIIII......mwahahahaha......

Ini berarti:
1). Blog ini bisa sering di-update.

2). Ane bisa rajin blogwalking ke rumah teman-teman.
Wuiiih...ane kangen banget bisa blogwalking ke tempat yang seru-seru. Kebayang nggak sih tanpa blog teman-teman, gw bisa dibilang miskin informasi, miskin ilmu...hiks....

3). Saya tambah keren.
Well...kemaren ada yang ngomong sih kalo saya bisa tambah kehren kalo rajin update blog BWAHAHAHAHAHAHA.....


Pokoknya jangan jemu-jemu berkunjung ke blog ini. Dijamin akan ada banyak kejutan yang lebih ngeri, lebih fenomenal, lebih jijay bajay ala bang Djurik. Dan anda akan tahu bahwa anda bukanlah satu-satunya makhluk aneh di dunia ini.


Ayo, mari kita berjoged dulu.....tarik, mang!!!!


Jumat, 12 Maret 2010

Scary Girls




Jenis manusia itu ada bermacam-macam. Ya sifat, karakter, habit dari masing-masing manusia bisa sangat jauh berbeda. Apalagi kalau menyangkut kaum hawa, jumlah variasi jenisnya makin beragam. Dari sekian triliunan varian itu, gw dari dulu menemukan satu jenis stereotype kaum hawa yang cukup menyebalkan dan tidak rasional menurut gw. Gw nggak tahu harus memberi label apa pada cewek-cewek tipe beginian tapi gw akan jelaskan bagaimana ciri khas mereka.

Pertama, their life is always around boys and boys. Nyaris setiap hari mereka menunggu pria impian mereka karena mereka butuh untuk dicintai dan dipuja oleh pria. Yeah, there’re some girls out there yang merasa diri mereka eksis di muka bumi ini dengan cara berpikir seperti itu. Dalam pencapaian misi tersebut, ada beberapa cewek yang tidak segan-segan mengambil jalan keras dengan melakukan apapun yang diperlukan bahkan menggunakan kekerasan, manipulasi, materi, apapun itu demi mendapatkan cinta.

Ada satu orang penganut jalan ini pernah bilang sama gw, “Everything is fair and square in love”. Jeh, ini gila namanya. Sampai segitunyakah membutuhkan pria lantas pantas untuk melupakan moral dan norma semata?

I’m not gonna lie in here. I admit it, I do want to be loved and adored sometimes. Dalam keadaan jomblo kek sekarang, gw terkadang berangan-angan mempunyai pacar, but puh-lease….I don’t need just any boys to be my boyfriend. What I do need so bad is just the boy or guy that I love so muuuuuch. The term of words ‘like’ and ‘love’ have many differents to me. Gw suka cowok tinggi, kulit terang, baik, sopan, rambut pirang, lurus dan bermata biru kalau bisa. But I could be in love with dark skin guy, rambut keriting, rude and stuff that I hate the most. And this kind of thing called ‘love’ could be the most beautiful feeling you ever felt, so why girls are so much craving about dating with just any boys.

Hey, girls…..please deh. Kalian mungkin mengejar pria karena ingin merasakan cinta, tapi kalau lawan jenismu itu emang jodohmu, love will come to you eventually. Ngapain sih ngelakuin hal-hal nggak berguna yang malah ngerugiin dirimu sendiri? Sadar nggak sih kalau itu cuma ngerusak nama baik elo aja? Dan tolong yah, kalau kalian memang sebegitu menyedihkannya ingin mendapatkan pacar, bukan berarti semua cewek sama dengan kalian.

Gw emang jomblo, but I don’t need just any boys/guys. All I need is someone that I love so much. Period.



I need Support





Masih tentang cowok yang gw sukain ituh hihihi. Bisa dibilang udah lumayan banyak peristiwa yang terjadi setelah beberapa bulan gw jatuh cinta ama orang itu. Pengen banget gw bagi semuanya di sini, tapi gw belum yakin kalau itu akan membawa hal yang baik atau buruk buat gw, Masalahnya: 1. Gw mulai curiga ‘orang itu’ tahu keberadaan blog gw. Kalau orang itu baca tulisan ini pastinya dia akan langsung tahu siapa yang gw bicarain di sini. 2. Orang-orang RW (real world) sudah banyak yang tahu blog ini. Gw ngga mau meresikokan diri menjadi bahan tertawaan orang-orang di sekitar gw.

Tapi ada hal yang pengen gw ceritain soal hidup gw yang sekarang. Ini tentang komunitas choirs yang gw ikutin di gereja. Awalnya gw sukacita terlibat dalam kegiatan ini. Gw bernyanyi tanpa beban karena yang gw lakuin semata hanyalah buat Tuhan. Seiring waktu berjalan, gw mulai memperhatikan beberapa kebusukan yang nampaknya sudah tak dapat ditolong lagi. Pertama, Ketua tim yang tidak bisa menjaga sikap dan perkataannya. If you ask me, gw akan bilang Ketua Tim kami itu orang yang kekanak-kanakkan karena ia tidak tahu bahwa pentingnya peranan seorang Pemimpin untuk memotivasi anggotanya dan membimbing kami menjadi lebih baik. Tapi yang terjadi, si Ketua menginjak-injak mental kami dan menunjukkan bahwa betapa pecundangnya masing-masing dari kami.

Hey, menyanyi itu tidak gampang untuk orang awam. Gw pribadi jadi merasa tertekan dan akhirnya tidak bisa menyanyi dengan baik karena sikapnya itu. Dan yang paling gw benci adalah betapa lancangnya dia menghakimi seseorang dengan asumsi tidak bertanggung-jawab yang kemudian dia tumpahkan di tengah-tengah semua anggota choir hingga menimbulkan persepsi yang sepenuhnya salah tentang si korban tertuduh. Lebih lucunya lagi, ketika Ketua Tim diminta pertanggung-jawaban dengan sikapnya itu, dia dengan senyum salah tingkah akan menjawab, ”Oh, itu kan Cuma bercanda.”

Yeah, talk that to my butt. Bercanda kok pake diomongin segala di tengah-tengah pertemuan anggota?

And the most ridiculous thing of all that Our Leader is always craving for attention. Dia selalu mencari cara untuk menjadi center of attention, terutama kalau sekelompok lawan jenis ada di sekitarnya. Dia biasanya akan marah kalau diinterupsi dalam proses pdkt nya pada makhluk yang (malangnya) sudah di-tag ama dia.

Okay. Let’s put that aside. Kebusukan lain di komunitas ini adalah dua topeng beberapa anggotanya yang benar-benar memuakkan. Mereka bisa dengan lihainya memakai wajah superrrrr baik nan ramah dan juga berkata-kata manis penuh madu yang menyanjung kita, tapi di belakang mereka akan berubah 180 derajat, menjelek-jelekkan si korban tertuduh dan menertawainya habis-habisan. Gw pernah mengutarakan langsung tentang hal ini, tapi yang gw dapat malah gw dicap ‘anak-anak’ oleh mereka. Gw tahu mungkin kondisi emosi gw yang lagi hancur-hancuran mendorong gw menjadi orang yang lebih sensitif dan gampang marah, tapi yang gw bilang itu kenyataan. Siapapun tidak suka kalau diperlakukan seperti itu. Sungguh gw ngga abis pikir kenapa mereka malah menyangkal kalau mereka memang melakukannya. Munafik? Yeah, tidak ada maling yang mengaku dirinya maling, bukan?

Gw mengungkapkan poin-poin kebusukan choir di atas bukan karena gw anak kecil yang karena sikap tidak dewasanya menjelek-jelekkan orang lain untuk membuktikan bahwa gw lah yang paling benar. Bukan itu tujuan gw. Gw tahu kok yang namanya terlibat dalam kelompok sosial, atau masyarakat dalam konteks lebih besarnya, masalah gesekan seperti ini sudah pasti akan selalu terjadi. Lebih parah lagi di dunia kerja yang terkadang tidak mengenal nilai moral sekalipun, apalagi ke-Tuhan-an. Gw tahu banget soal itu.

Alasan gw mengungkapkan hal di atas adalah karena gw butuh orang-orang yang mendukung gw. Gw tahu gw mungkin salah karena gw bukan orang yang sempurna, tapi ada satu yang gw yakinin bahwa gw nggak sepenuhnya salah karena semua pendapat gw didasarkan kejadian faktual yang gw dengar dan alami sendiri, bukannya gw dengar dari si A atau B dan kemudian membuatnya besar. Dan mungkin gw terkesan anak kecil karena menganggap hal kecil ini menjadi sesuatu yang besar, tapi yang gw tahu adalah gw telah dihakimi oleh sebagian besar orang hanya karena tuduhan yang tidak bertanggung-jawab yang belum sempat diklarifikasi oleh penuduh dan gw ngga suka itu.

The thing is I can’t have any other judgement anymore. Gw udah cukup dihakimi dengan begitu brutalnya di keluargaku, di kampus, lingkungan, dan komunitas yang lain. Jauh-jauh lebih parah. Seratus kali lipat lebih brutal dari situasi di atas mungkin. Dan choir yang seharusnya menjadi oasis hidup gw, tempat gw merasa lebih baik dengan setitik embun rasa nyaman malah melakukan hal serupa seperti tempat-tempat lainnya?! Of course It’s a big thing for me. I feel so dissapointed, sad, angry. Why can’t I have one place that make me feel good of myself? Just one place, please. One place that make me feel accepted just the way I am. One place that I can be myself.

Di mulut gw bilang gw memang memaafkan mereka. Di mulut, gw masih menebar senyuman ramah, tapi sebenarnya gw ngga bisa lagi seperti dulu. Gw merasa memakai topeng kalau ada di sekitar mereka. Begitupun juga sikap mereka terhadap gw terasa sama palsunya seperti payudara Pamela Anderson.

I hate for being fake and faked.

Yang paling menyedihkan adalah, gw masih dihakimi di belakang, tapi dengan sangat rahasia dan juga tertutup. Hanya orang-orang ekslusif yang tahu tentang penghakiman rahasia ini dan mereka benar-benar menjaga agar gw sama sekali tidak tahu dan merasakannya. Dan sayangnya, gw masih seperti yang dulu, hanya bisa diam melihat keadaan, tidak berani mengeluarkan semua isi hati gw sepenuhnya, menjadi pengecut yang menyedihkan. And the real reason I write all of those things coz’ I want a support to be brave. I need that so I can tell what’s really going on in my heart and head.

Ketika gw mengemukakan beberapa ‘kebusukan’ choir langsung di tengah-tengah forum pertemuan anggota, mereka malah memutarbalikkan fakta dan menyangkalnya. Bodohnya, gw malah mengikuti permainan mereka, padahal di kepala gw sudah tersusun kalimat-kalimat yang membuat mereka tertusuk tombak sebesar tiang listrik dan menangis tersedu-sedu. But I told myself, I don’t wanna hurt people, instead I got hurt severely inside coz I didn’t tell the real fact to them. Dan gw butuh dukungan kalian, gw ngga mau merasa seperti ini lagi. Gw nggak mau merasa menjadi pecundang lagi.

Gw nggak ngerti kenapa gw selalu susah mengutarakan perasaanku sendiri dengan kata-kata yang tepat. But I know, I can always think all words that I wanna get them back. The problem is I can’t let it out from my head. Maybe I’m not brave enough. Please, I need a support.