Selasa, 28 September 2010

Saya baik-baik saja



Malam itu teman saya telpon, tapi tidak bisa saya angkat. Akhirnya dia kirim sms,

"Nes, kamu nggak apa-apa?"

Saya juga ngga bisa langsung balas. Satu jam kemudian saya pulang ke rumah.
Lupa sms tadi, saya nyalakan laptop dan online facebook.
Di halaman puncak, saya lihat nama si tuan berkulit eksotis dan nama seorang wanita lain, terimpit tanda merah kecil. Di sampingnya tertulis 'in relationship'

Aneh.

Tak ada rasa sakit di dada saya. Tapi isi otak saya blank sama sekali.
Saya cepat-cepat matikan laptop dan modem, lalu HP saya berbunyi lagi. Sms.

"Nomor +628586754xxx telah menghubungi anda. Silahkan periksa voice mail."

Teman saya berusaha telpon saya lagi, diikuti smsnya yang menanyakan kondisi saya.
Saya balas, "Sudahlah, jangan dibahas. Gw mau hepi-hepi sekarang. Kamu jangan khawatir. Gw punya Tuhan."

Saya pasang walkman di telinga. Volume maksimal.
Lagu yang diputar koleksi album Hillsong. Saya nyanyi keras-keras. Hanya beberapa menit.
Saya ambil buku komik, dan berbaring.
Yah, semua sempurna, pikir saya.

Hampir tengah malam, samar-samar saya mendengar suara ketukan pintu, bersamaan dengan suara dia, suara yang saya kenal baik, suara yang saya rindukan. Tapi pikir saya, 'Ah, itu mungkin khayalan saya'
Tapi tetap saja penasaran. Saya periksa, dan benar...
Dia sungguhan di sana, di atas motor, nyaris pergi.

"Kamu ngapain malam-malam banget ke sini?"
"Kan' kamu yang mau ketemu aku?"
"Tapi kenapa harus malam?"
"Aku cuman bisa malam pergi ke tempatmu."

Kami berbicara singkat. Saya duluan memulainya. Saya meminta maaf, lalu dia meminta maaf. Dia memuji karakter saya. Saya bilang saya tidak suka pujian kosong. Saya menjelaskan perihal lama. Dia bilang dia mengerti. Ketika sampai akhir, saya katakan, "Aku nggak bisa bohong. I still have a feeling for you."

Dia hanya tersenyum lebar. Dia bilang dia hanya bisa menjalani yang sekarang bersama wanita itu. Saya bilang saya mengerti. Saya paham benar kami saling menyukai di waktu yang salah. Saat saya sedang tidak menjadi diri saya sendiri. Saat dia sedang membutuhkan penopang yang dapat membuai dirinya.

Kami terperangkap, saling mencinta di waktu yang salah.
Tapi, ini juga bukan kebetulan.
Ini rencana Alfa.
Saya sadar kejadian ini membuat saya kembali pada Alfa.

Perasaan begini gilanya pada dia hingga dada teriris pisau tak kasat mata.
Hanya Alfa yang bisa berbuat demikian. Dan Dia jugalah yang bisa menghilangkannya.
Jadi, saya baik-baik saja sekarang.

Saya bersama Alfa.
Dia membisikkan janji-janji ke telinga saya.
Janji masa depan gemilang yang luar biasa.

Jadi, terima kasih tuan berkulit eksotis.
Kejadian ini bukan tanpa hikmah untuk saya.
Saya kembali lagi ke diri saya yang dulu,
Saya yang dulu sangat membutuhkan Alfa,
Saya yang tidak bisa tidur tanpa mendengar suara Alfa,
Saya yang selalu menanti keajaiban Alfa.

Tapi satu lagi pesan untuk anda, tuan berkulit eksotis,
Saya sangat bahagia jika anda bahagia,
Tetaplah tersenyum dan berjalan ke depan penuh semangat,

Saya selamanya akan bahagia, jika anda bahagia,
Itu doa saya.
Dan juga pinta saya.

5 komentar:

  1. hm..aku gak bisa bayangkan kalo itu terjadi padaku.

    BalasHapus
  2. :') cinta sejati memang hanya Cinta TUHAN

    BalasHapus
  3. hello inez... :)
    nice post...,
    aku seneng kalo kamu bener2 bisa merelakan si tuan eksotis itu...
    It's true, apapun itu, jatuh bangkit, semua uda tertulis sama Alfa, jadi jangan patah arang...
    It's going to be hard, and harder,
    but we're woman, fagile but tough,
    we'll manage to survive. always. :)

    I understand letting go is so hard when you truly care, but it's better than to hold on to something that is no longer there.

    So stand up, chin up, inhale, exhale, and start to be awesome again.

    im here when you need me.
    :)

    BalasHapus

Tuliskan kesan dan pesan anda. I only receive spam from friends only, please. Thank you.