Minggu, 18 Oktober 2009

Jika kau takut pada PERUBAHAN





Perubahan dapat menjadi sangat indah. Orang-orang meningkatkan penampilan mereka, memperbaiki pernikahan mereka, mendapatkan pekerjaan bagus, dan juga pasangan hidup yang jauh lebih baik. Plus, bayi-bayi kecil yang tumbuh menjadi balita yang mulai belajar membaca dan kemudian mereka mempunyai masa ’16 tahun yang manis, kulit mereka halus mulus dan mereka tidak pernah berbicara denganmu. Mereka jatuh cinta pada orang yang tidak kau ijinkan ada di dalam rumahmu, dan lalu mereka pindah ke tempat yang sangat jauh dan kau akan jarang bertemu anak-cucumu.

Itulah arti kata ’perubahan’ yang sangat besar pada kita—hal-hal yang kadang membuat kita harus berpura-pura memeluknya, walau hatimu menolaknya, kau tahu perubahan akan berakhir sangat buruk dan kau pun sudah merasakan akibatnya yang tidak dapat dihindarkan. Hal terburuk lainnya tentang perubahan adalah bahwa betapa besarnya kita menginginkannya terjadi, sebesar ketakutan kita padanya dan kita sangat amat membutuhkan sebesar kita membutuhkan ’zona aman’ kita. Aku benci pernikahanku tapi aku benci menjadi sendiri. Aku muak menjadi pengacara tapi aku tidak tahu hal lain yang bisa kulakukan.

Kabar baiknya: Tidak masalah apakah kau menyukai perubahan atau tidak, apakah kau memeluknya atau berlari ke arah sebaliknya. Tidak hanya akan ada perubahan yang terjadi pada sekali waktu, tapi perubahan juga akan sekaligus merubah seluruh hidup kita, tidak peduli akan turut atau tidak turutnya kau berpartisipasi, dari yang seukuran tikus kecil (lotion kulit merek B yang tidak menjadi favoritmu lagi) sampai ke ukuran gajah (kematian, perceraian, dan cacat fisik). Itu akan sepenuhnya merubah kehidupanmu walau kau tidak melakukan apa-apa untuk merubah pernikahanmu yang buruk, pekerjaan yang mematikan semangatmu, atau hubungan menyakitkan dengan adik laki-lakimu, semua hal itu akan berubah pada akhirnya.Satu-satunya pilihan untukmu adalah mengambil langkah menuju perubahan (kau tidak perlu keluar dari pekerjaanmu dan oernikahanmu tiba-tiba), atau menunggu dan melihat kejutan-kejutan yang dunia miliki untukmu seiring pemikiranmu yang mengira kau berada di ’zona aman’.

Sebagian besar, perubahan menjadi tak terhindarkan seperti hujam di musim semi. Beberapa dari kita mungkin akan memakai jas hujan dan basah oleh hujan, beberapa orang memilih untuk tinggal di dalam rumah, melepas pakaian mereka dan melompat-lompat di halaman, dan beberapa akan keluar dan menunjukkan rasa kesal mereka yang mendalam, basah kuyup. Dan tidak peduli apapun itu, hujan akan tetap turun. Tetesan air membasahi rumput yang kering—jenis perubahan yang kita sukai, dan itulah yang terjadi, dalam bulan menjelang pernikahanmu dan juga di hari di mana kau berjalan di jalan yang mengerikan.

Sylvia Boorstein adalah seorang nenek Yahudi, psikoterapi dan juga seorang Buddhist, yang secara menunjukkan padaku bahwa dia tahu sesuatu tentang mengeluh (meskipun secara diam-diam) dan juga menerima (tidak hanya berpura-pura semata). Dia menulis begini, ”Kita dapat berjuang terus atau pasrah. Menyerah adalah kata yang paling menakutkan bagi sebagian orang, karena hal itu dapat diinterpretasikan sebagai ketidakpedulian atau ketakutan. Pasrah artinya mengakomodasi diri kita secara bijak pada apa yang ada di luar kendali kita. Menjadi tua, sakit, sekarat dan kehilangan apa yang sangat berarti buat kita.....adalah hal-hal yang ada di luar kendali kita. Aku bisa menjadi takut akan hidup dan marah pada hidup—atau tidak. Aku bisa menjadi sangat kecewa, tetapi tidak marah.”

Orang-orang berubah menjadi semakin tua, merubah rencana, menumpahkan anggur merah di meja warisan neneknya nenekmu—tapi, tidak ada jalan lain.


by: Amy Bloom


Picture taken from here

11 komentar:

  1. aku tidak takut pada perubahan,
    aku hanya takut pada keadaan yang dihasilkan setelah perubahan terjadi..
    takut tidak bisa menyesuaikan diri..
    :)

    BalasHapus
  2. Gua lumayan setuju dengan ada perubahan kok... hehehe, cuma kalo udah menikmati passionnya ngapain harus berubah lagi... hehehe...

    BalasHapus
  3. Semoga saja aku tidak takut dengan apa yang akan dihasilkan oleh perubahan itu ....

    BalasHapus
  4. perubahan kadang menakutkan tapi setelah mengalaminya ternyata biasa aja tuh.

    BalasHapus
  5. kenapa tidak untuk melakukan perubahan yang lebih baik?

    nb :
    link freya dunia aneh telah terpajang
    maaf baru sempet masang negh

    BalasHapus
  6. ngg..kalo perubahannya supaya lebih baik kan nggak masalah nes. :)

    BalasHapus
  7. ada yang takut dengan perubahan
    ada yg tidak prcaya dengan perubahan
    ada jg yg terus mengejar perubahan
    yg jelas tidak akan ada perubahan tanpa tindakkan yang nyata dari diri kita,
    semoga kita bisa terus berubah dan berubah kearah yg baik

    BalasHapus
  8. gak perlu takut sama perubahan
    yang perlu itu siap akan perubahan
    :D

    ya gak freya..

    BalasHapus
  9. wah..
    pagi2 dikasih kata2 yg seperti ini
    hhmm...perubahan itu kadang menakutkan kok, terus terang sih aku kadang takut, cuman ya balik lg ke diri kita, kalo kita mau berubah ke arah yg positif itu lebih baik

    BalasHapus
  10. berubah?? ngg.. sebenrnya klo kita liat dan ingat,perubahan it cuman menyeramkan pada awalnya,saat masa adaptasi,kek misalnya pindah sekolah pindah kerja.
    tpi membayangkannya ngeri juga ya,pindah rumah ke antartika, bused dahhh

    BalasHapus

Tuliskan kesan dan pesan anda. I only receive spam from friends only, please. Thank you.