Jumat, 09 Oktober 2009

The Most Fool Lover EVER (1)

Tadinya mau bikin daftar cinta romantis sepanjang zaman. Tapi, pas googling kok banyakan yang bego ya? Dan gw heran sama orang-orang yang memasukkan kisah mereka sebagai kisah ’romantis’. Romantis dari mana emangnya? Dari hongkong? Bodoh ya. Hal macam gituh kok dibilang romantis?

Lalu, siapakah yang terbilang Kekasih PALING BODOH sepanjang masa?


1. Henry VIII



Dasar Raja betot. Udah nikahin istri kakaknya sendiri demi tahta dan dukungan dari negara lain, masih belagu pula sama bawahannya. Karena takut nggak disegani, dia asal comot nyawa orang yang berani ngelawan dia. Padahal kan’ dia sedari kecil dipersiapkan untuk kehidupan gereja yang rohani.

Mbok ya nyadar kalo dia itu Raja dan ngga bisa seenak perutnya bikin perintah yang mempengaruhi seluruh kerajaan Inggris. Masa’ hanya karena lagi kesengsem sama satu cewek (Anne Boleyn), dia mau-maunya nurutin semua keinginan si cewek yang kepengen jadi Ratu? Lagian kalo emang udah doktrin Vatikan untuk mempunyai 1 istri, ya udah sekalian aja jangan selingkuh. Kok mau sih dipermainkan kayak boneka oleh mulut-mulut ular? Dibilang A, langsung ngelakuin A. Dibilang B, langsung ngelakuin B. Otak tuh dipake buat apa sih? Buat mikirin cewek bugil ya?

Lebih jijay-nya lagi, si betot ini nggak mau mengambil sikap ksatria. Ya akui sajalah kalau dia emang salah nurutin maunya si Anne Boleyn. Itu kan’ emang bener salahnya sendiri. Lantas, kenapa juga dia malah nimpain semuanya ke Anne dan nuduh-nuduh Ratu Inggris itu sebagai penyihir yang telah memberikan mantera padanya?

Tolong dong mikir PAKE OTAK. OTAK, MAS. OTAK!!! It’s all your own fault. Yang dipancung itu harusnya elo, bukan si Anne. Tapi, cewek satu itu emang pintar bersilat lidah sih. Cewek, tapi ambisinya lebih besar dari Kaisar Roma. Pantesan aja anaknya si Queen Elizabeth bisa memberikan pencerahan untuk negeri Inggris. Ah, saya memang kagum sama Queen Elizabeth dari dulu.


2. Tristan dan Isolde



Familiar dengan legenda ini? Yeah, gw nobatkan mereka berdua sebagai idiot nomor kedua. Buat yang ngga tahu sama sekali, gw ceritain dikit aja soal legenda cinta mereka yang katanya ‘romantis’. Si Tristan itu anak raja rumornya (teori ini masih diperdebatkan), tapi berhubung ayahnya mati dalam perang dan ibunya mengabaikan dia lantaran duka yang terlampau dalam, si Tristan dirawat oleh pamannya yang juga seorang raja, yaitu King Mark.

Suatu hari Raja Mark nyuruh Tristan menjemput calon istrinya dari Irlandia, namanya Isolde. Nggak tahu kenapa mereka berdua malah jatuh cinta, bahkan mereka terus melanjutkan affairnya walau Isolde sudah menikah dengan Raja Mark. Ketika Raja tahu perselingkuhan istrinya, si Tristan diusir dari negerinya dengan masih menyimpan rasa cinta pada Isolde.

Dalam pengasingannya, Tristan menikahi seseorang yang namanya mirip dengan kekasihnya. Namanya Iseult, dan istri baru itu pun tahu jelas kenapa Tristan mau menikahinya. Beberapa lama waktu, si Tristan katanya sakit yang disebabkan rindu menggila pada Isolde (ada juga yang menurut sumber lain, sakit biasa). Dia mengirimkan pesan pada Isolde untuk sekali saja datang menemuinya dengan harapan kedatangan Isolde dapat menyembuhkan dia. Dia juga berpesan sama pembawa pesannya, kalau mau mengabarkan Tristan soal jawaban Isolde, kibarkan bendera putih kalau jawaban Isolde ‘iya’, dan bendera hitam untuk jawaban ‘tidak’.


Berhubung masih sakit, yang melihat kedatangan kapal itu adalah Iseult, dan dia bilang sama Tristan kalau dia melihat bendera hitam, padahal bendera yang dikibarkan bendera putih. Begitu mendengar itu, si Tristan hanya melihat ke arah tembok dan meninggal. Si Isolde yang datang terlambat, langsung pingsan dan ikut menyusul Tristan tak lama setelah itu.

Letak bodohnya di mana? Ya elah, mereka berdua tuh bego banget. Aturan sewaktu Tristan menjemput Isolde, tahu diri kek kalo itu udah punyanya orang lain.

ITU KAN PAMANNYA SENDIRI! UDAH CAPEK-CAPEK DIRAWAT SAMPE BESAR, TAUKNYA MALAH SELINGKUH! IIIIH, NGGA TAHU DIRI BANGET. KAYAK BEGITUAN KOK DIBILANG ROMANTIS?

Emangnya gampang ngerawat anak? Walau si Raja Mark mungkin punya pembantu untuk ngurusin Tristan, tapi tetap aja kan’ ada ikatan psikologis yang mendorong dia untuk mendidik anak asuhnya sendiri. Wong dia juga belum punya anak dan Tristan itu anak kakaknya sendiri, darah dagingnya. Wajar kalau Raja Mark pastinya sayang sama Tristan. Terbukti kok saat ketahuan selingkuh, si Tristan malahan nggak dibunuh, tapi cuma diusir doang. Raja getoh loh. Masa sih’ dia ngga bisa bunuh orang kek si idiot nomor 1? Isolde juga sama begonya. Kalau ngga mau nikah sama orang lain ya bilang aja. Atau setidaknya bilang kek sama Raja Mark sebelum menikah, kalau dia mencintai seseorang dan sudah memberikan keperawanannya pada Tristan.

Yang namanya daging busuk pastinya akan kecium. Nggak mungkin bisa tersembunyi selamanya. Goblok kuadrat emang!


3. Abelard and Heloise



Abelard and Heloise are one of the most celebrated couples of all time, known for their love affair... and for the tragedy that separated them.


Hah? Salah satu pasangan yang dianggap istimewa sepanjang masa? Celebrated? Really? Love between nun and a monk? Between teacher and student? Ain’t that inappropriate?

Tapi, emang sih ada yang ‘amazing’ juga mengenai mereka (akhirnya ngaku juga deh). Jadi gini cerita lengkapnya. Si Heloise itu tinggal bersama pamannya, Notre Dames’s Canon Fulbert. Orang terkenal gituh deh. Nah, si Abelard tahu kalau Heloise itu wanita yang pintar, tapi pamannya seolah membuat ‘sengaja’ si Heloise menjadi burung dalam tempurung (katanya sih, dia niat mau kawinin si Heloise). Abelard pun meminta secara khusus pada Fulbert untuk mengajari Heloise dan sempat juga pindah ke rumahnya. Eh, nggak tahunya yang diajarin Abelard juga termasuk teori di atas ranjang BWAKAKAKA Photobucket

Semuanya ketahuan dengan hamilnya si Heloise yang akhirnya kabur ke rumahnya Abelard. Guru ini pun cukup ksatria, karena dia mau mengakui kebiadabannya pada Fulbert dan memohon izinnya untuk menikahi Heloise. Awalnya Fulbert menolak ide ini mentah-mentah, tapi akhirnya dia setuju mengadakan pernikahan diam-diam untuk keponakannya dan Abelard. Tapi, Fulbert punya udang di balik batu. Dia setuju karena dia punya rencana untuk menjauhkan Abelard dan kemudian menyimpan Heloise untuk dirinya sendiri. Si Heloise tahu dan kabur ke kovenan, tempat tinggal biarawati. Sedangkan, Abelard terlalu terlambat untuk mengetahui rencana Fulbert dand ia diserang di Paris.

Di waktu itu, Abelard tahu dia sudah tidak layak lagi menjadi guru di Notre Dame, dan dia serta Heloise tahu akan apa yang harus mereka lakukan setelah itu. Abelard menjadi biksu dan Heloise menjadi biarawati. Anak mereka yang bernama Astrolabe, terpaksa harus ditinggal bersama kakak perempuan Abelard. Uh, si Heloise pastinya sedih sekali harus meninggalkan anaknya, apalagi ditambah fakta bahwa dia tidak akan pernah bertemu dengannya lagi.

Hampir 20 tahun lebih, Abelard dan Heloise saling mengirimkan surat.

Enam ratus tahun kemudian, surat-surat mereka dibaca oleh Josephine Bonaparte (istri Napoleon Bonaparte) yang begitu tersentuh oleh kisah mereka dan memerintahkan untuk menyatukan.....remains?.....jasad Abelard dan Heloise kayaknya...(bingung sama arti ’remains’) di Pére Lachaise cemetery, Paris. Sampai hari ini, para lover di seluruh dunia mengunjungi tempat peristirahatan Abelard dan Heloise (Oh bener. Remains artinya jasad mereka kalo gituh.)


Wow, baru tiga biji aja udah panjang. Nanti lagi deh aye lanjutin lagi.


13 komentar:

  1. cihuiii..jadi yang pertama nih...(jgn di masukin the most fool comment'r y??y..y)
    bisa nebak nih...kisah selanjutnya, pasti ada romeo n juliette, laila n majnun...n terakhir bobby n bussu'..he,,he (yg terakhir nama anjing dan burung nuri ku,,,he,,he..fool kan..anjing sama burung)

    BalasHapus
  2. Hahaha..untuk kisah pertama dan kedua,setuju kalo dibilang idiot.orang jaman dulu ga punya agama kali ya?nggak tau kalo yang begitu itu dosa.asal comot aja sih.. *ikutan emosi*

    BalasHapus
  3. Elu lagi kesambet apaan nes? kok ada beberapa makian di postingan elu yang ini?
    Ckckckc... piss ah... :)

    BalasHapus
  4. he he he...si Inez kok marah2 mulu sih. biarkan saja mereka begitu. he he he..

    BalasHapus
  5. Mungkin bagimu itu kisah terbodoh sepanjang masa, tapi...seandainya itu kisah nyata (ada buktinya), aku cuma mo bilang, aku menghargai yang mereka rasakan, kendati terlihat ga masuk akal, bahkan stupid. Namanya juga cinta. Dari dulu juga selalu ga masuk logika hehehe. Siapa tahu, besok kamu pol in lop sampe melakukan perbuatan yang sekarang kamu katain bodoh itu :P

    BalasHapus
  6. @becce: romeo en juliet mah pasaran

    @henny: yep. memang tidak masuk akal mereka.

    @ell: jeh, kata makian? emg sih. kok lo merhatiin aja, el? Dasar fans setia. Tp, emg neh, lg siklus bulanan, makanya pen marah2 molo. Sayang, ga ada pelampiasan, jadinya ke blog dah lampiasinnya. hehehe

    @teh panih: hehehe jadi malu.

    @Sari: Wah sar. Yg aye tau, aye gak mungkin jatuh cinta ama org yg welll...gak banget gituh de. Sori, sar, aye udah lumayan banyak makan garam, jd ga gampang pol in lop yg tidak realistis hihihi. *melupakan MOngkih JAmbore dulu*

    @Ibnu: Yeeeee...raja Henry udah mati lama, tauk!!!

    @

    BalasHapus
  7. Fans? Sepertinya terbalik deh...
    Walaupun dengan embel-embel Sodara-Jauh-Lintas-Jawa, bukan berarti gua Fans lo yeeee... :D :p
    Yang ada elo tuh PEnggemar fanatik gua *jadi tersipu malyu...* wuakakak...
    Lain kalo jangan kaya kemaren, sekaliketemu gua, guanya langsung dibajak buat poto-poto bareng...agak trauma jadinya... wuakakak...
    Piss ah V. :p

    BalasHapus
  8. postingannya bagus banget lohhh.... aku suka suka suka! lagi dong lagi, tambah! hehe

    BalasHapus
  9. pilihan cerita cinta yang bagus hehhe

    apa lagi nulisnya sambil rada sewot hihihi
    keyyen!

    :)

    BalasHapus
  10. mantab bah,,,

    ayo lanjut yang no 4 sampe kelar...

    ayo ayo ayo...

    BalasHapus
  11. Bahaha. Yg Nama nya Cinta itu Buta... Kalau uda Cinta, tai ayam pun dirasa cake coklat.

    BalasHapus

Tuliskan kesan dan pesan anda. I only receive spam from friends only, please. Thank you.