Kamis, 01 Oktober 2009

Pesolek.

"Kamu itu pesolek iman!"


Uh, masih ingat sama orang yang punya karunia membaca hati dan pikiran orang lain? Bukan kok. Bapak itu bukan ngomong itu sama gw. Tapi, dia menegur semua orang di dalam satu ruangan yang 'memang' seperti itu, alih-alih menunjuk orangnya langsung seperti yang biasa dia lakukan. Mungkin karena banyak pesolek imannya, makanya dia ga nunjuk orangnya langsung ya? HAHA.

Tapi, entah kenapa. Gw ngerasa tertohok banget waktu dengar kata Bapak itu. Sampai pulang ke rumah, gw ngerasa diri gw menyedihkan karena pesolek iman itu tak lain adalah gw sendiri.

Secara teori, gw tahu banyak soal prinsip hidup yang berdasarkan agama. Gw tahu mana yang baik dan yang salah, mana yang bijaksana, mana yang bodoh. Gw tahu banyak kisah kitab suci, yang kontroversial atau pun tidak, dan semua arti-arti di balik kata-kata vulgar yang sering dipermasalahkan saudara kita yang tidak seiman, dan gw tahu benar bagaimana berkata-kata bijaksana ketika berargumen dengan mereka sehingga kami tidak perlu harus belepotan darah membela idealisme masing-masing. Malah, mereka semakin mengerti agama gw dan mereka bahkan memeluk gw sebagai saudara.

GW TAHU BANGET di ayat-ayat mana aja yang tertulis segala KEBESARAN TUHAN dan semua keajaiban TUHAN yang mampu melakukan apa aja.

Gw juga tahu secara teori, bagaimana caranya mendapatkan mukjizat yang dapat menyembuhkan penyakit kronis gw yang selalu ditangisi nyokap setiap hari. Gw bahkan tahu bagaimana mengubah hati orangtua gw yang keras luar biasa dan lidah tajam mereka secara iman.

Gw tahu semuanya.

Tapi, hanya TAHU saja tanpa melakukan praktek SAMA SAJA BOHONG.

Orang-orang yang banyak bertanya sama gw soal agama, pasti gw selalu punya jawabannya. Orang-orang terdekat gw yang punya masalah, pasti selalu mendapatkan nasihat yang (ergh...gw....ga tau kek gimana nasihat gw) yang rata-rata solusinya gw temuin dari agama.

Well, gw bisa jadi Raja Salomo di mata elo semua, raja yang terkenal sebagai hakim yang baik. Gw bisa jadi pengkotbah, atau demonstran yang mengumbar argumen yang meyakinkan banyak orang, gw juga bisa mengandalkan mulut gw mengakhiri perang yang ngga penting. Gw beritakan banyak kemustahilan yang BISA terjadi sama semua orang sampai akhirnya benar-benar terjadi. Banyak orang di dekat gw yang seharusnya mendorong gw, karena gw dengar dari mereka sendiri bukan dari katanya orang.

But, I AM STILL PATHETIC.

Ada sesuatu yang harus gw lakukan, yang seharusnya karena iman, semuanya itu bisa beres. Tapi, tetep....gw takut. GW TAKUT, TAKUT, TAKUT, TAKUT.

Gw tanya diri sendiri, kenapa ya diri gw sendiri. Ternyata, gw ga bisa memaafkan kegagalan gw di masa lalu. Dan di sini, gw lagi-lagi melanggar perintah Tuhan.

Ada dua hukum Tuhan yang paling utama, yaitu:
1. Kasihilah Tuhan Allah, dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan.
2. Kasihilah sesama manusia seperti diri sendiri.

Lihat yang nomor dua?

Gw aja nggak mengasihi diri gw sendiri. Mengampuni diri sendiri aja enggak, bagaimana gw bisa mengasihi orang lain dan memaafkan mereka?

MENYEDIHKAN.

Dan lihat yang pertama.

Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi, kekuatan.

Itu bukan kata-kata mutiara bijak belaka, tapi setiap katanya mempunyai makna PERINTAH TUHAN.

Apa artinya segenap hati? Ya emang, semua orang udah tahu dan semua juga berpikir sudah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, apalagi jiwa dan kekuatan.

Tapi, bagaimana dengan SEGENAP AKAL BUDI?
SIAPA YANG BISA PERCAYA KALAU DUIT BISA JATUH DARI LANGIT? SIAPA YANG MAU BERKEYAKINAN KALAU ORANG MATI BISA HIDUP LAGI? SIAPA YANG MAU PERCAYA KALAU ORANG BISA SEMBUH DARI PENYAKIT YANG NGGAK ADA OBATNYA?

Dan itu semua perintah Tuhan. Perintah itu absolut harus dilakukan, atau akan diberikan hukuman. Jadi, kita harus taat dengan mempercayai semua hal mustahil di atas.

Jangan salah. Ini sama parahnya dengan perintah Tuhan yang bilang Jangan membunuh, Jangan berzinah, dan delapan perintah lainnya. Karena kalau kita tidak mempercayai TUHAN BAHWA IA MAMPU MELAKUKAN SEGALA SESUATU, ITU SAMA SAJA DENGAN KEHIDUPAN KEKAL DI NERAKA.

Gila. Lihat kan' seberapa besar kemunafikan gw? Betapa hipokritnya gw? Betapa berdosanya gw! Betapa nggak layaknya gw? Padahal, gw pelayan Tuhan. Setiap minggu gw bekerja di tempat Tuhan yang menuntut semua pekerjanya kudus. Sebelum kerja pun, kita diharuskan berpuasa dan berdoa untuk menguduskan diri.

Tapi, TERNYATA....

GW MENYEDIHKAN.

GW PESOLEK IMAN!!!

GW PESOLEK IMAN!!!


Gw nggak layak buat Tuhan, dan gw nggak tahu bagaimana cara merubah diri gw.

*feel miserable*



11 komentar:

  1. turut prihatin sama yg lagi kamu rasakan. tapi saranku cobalah berserah diri dengan Tuhan, ikhlaskan semua yang terjadi di belakang, mulai yang baru dengan lebih baik

    BalasHapus
  2. Wow...
    Renungan yang mencerahkan dengan tutur tentang " gua " yang tersedutkan oleh " gua " sendiri.

    Nice sharing ... any way hanya hidayah yang bisa merubah diri seseorang.

    BalasHapus
  3. @Henny: yah maunya sih gituh (>__<)

    @Soultan: yep...semoga aye bisa berubah ye dan menaati perintah Tuhan dengan segenap akal budi. Uh.

    BalasHapus
  4. ngg... suka ga demen klo koment soal agama,cuman gw cmn mau bilang, selalua da kesempatan kedua ut yg pernah bikin salah. dan yah... thats all

    BalasHapus
  5. hey hey... ada apa ini koq template nya berubah ya sekarang?? hehe...

    BalasHapus
  6. siapa bilang kamu gak layak? bukankah Dia sudah menebus dosa kita di kayu salib? jangan pernah merasa takut dan nggak layak. yg bisa menilai bukan diri sendiri tapi Dia. Hanya Dia yang bisa menghakimi manusia. kita tidak bisa menilai diri gak layak. bagi saya, kamu selalu layak. Jadi, jangan pernah takut nyatakan iman kamu. bukan hanya dengan kata tapi dg perbuatan.

    Ini bukan khotbah lho, karena saya juga pernah merasa gak layak spt itu. bukan saja krn kita sombong atau sok punya iman, tapi...sekali lagi jika semua orang merasa gak layak krn pernah berdosa dimasa lalu, padahal kita sudah minta ampun dan gak melakukannya lagi, maka apa arti penebusanNya di kayu salib?

    BalasHapus
  7. maaf..kalo koment saya terlalu blak2an ya...

    BalasHapus
  8. hmhmhmhm.... makasee,,, biar blugnya jadi berkat yaw!!! ahehehehehe!!!!

    BalasHapus
  9. hmm... wah nes. itu ky ngingetin ak buat mengasihi Tuhan and sesama. n ak mo blg u r not pathetic.

    BalasHapus
  10. @semua: Makasih ya atas dukungan kalian, trutama sama mbakyu Henny en teteh Panih. Love u, girls. Walo ane ga pernah bisa bales komen kalian krn masalah koneksi internet yg minta digampar...ow ow...kalian selalu ada di sini....aku mulai sekarang akan mencoba setia mengikuti blog2 kalian....

    and to arum, tengs, sista. Cuma lo orang terdekat gw di sini wkwkwkwkw......tengs utk bilang that i'm not pathetic.

    God bless u all.

    Love, Freya

    BalasHapus

Tuliskan kesan dan pesan anda. I only receive spam from friends only, please. Thank you.